Jakarta, IDN Times - Bayangkan sebuah masa ketika kamu tak perlu lagi pusing memikirkan tabungan pensiun atau anggaran belanja bulanan karena semua barang dan jasa tersedia melimpah dengan harga yang sangat murah. Gagasan futuristik ini bermula dari gurauan seorang pengguna media sosial X dengan akun @battleangelviv yang menyebut bahwa keputusan keuangan yang buruk saat ini tak akan terlalu berpengaruh dalam beberapa tahun mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Tesla dan SpaceX Elon Musk menilai fenomena ini bukan sekadar tren belanja, melainkan sinyal awal dari perubahan mendasar pada struktur ekonomi global. Melansir laporan Firstpost, Musk berpandangan bahwa tradisi menabung jangka panjang akan kehilangan fungsinya secara total jika kecerdasan buatan (AI) mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan manusia.
Fenomena kelimpahan super ini diprediksi akan mengubah cara manusia memandang nilai uang dan perencanaan finansial masa depan secara drastis. Lantas, apa saja alasan utama yang membuat aktivitas menabung di masa depan dianggap tak lagi relevan?