Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Putin Puji Elon Musk Jenius, Konfirmasi Hubungan Dekat?

4 min read
Putin Puji Elon Musk Jenius, Konfirmasi Hubungan Dekat?
Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan (08/11). (instagram.com/russian_kremlin)
  • Vladimir Putin memuji Elon Musk sebagai jenius dan menyebut komunikasi Rusia dengan Musk intensif, saat Rusia mengembangkan jaringan satelit Rassvet untuk menyaingi Starlink.
  • Pembatasan Starshield sempat mengganggu operasi Ukraina selama sepuluh hari sebelum layanan pulih; Rusia juga meningkatkan serangan udara, sementara Inggris dan Belanda menambah bantuan pertahanan.
  • Zelenskyy mengusulkan perundingan damai trilateral Ukraina-Rusia-AS di Abu Dhabi pada 6–10 November 2026, tetapi jadwal belum pasti karena pertimbangan Moskow terkait medan perang dan Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Rusia Vladimir Putin memuji Kepala Eksekutif (CEO) SpaceX Elon Musk sebagai sosok jenius dalam pertemuan puncak bersama para pemimpin Afrika di Moskow, Rabu (29/10/2026). Dilansir Tass News Agency, Putin juga mengonfirmasi adanya komunikasi erat antara Rusia dan Musk, yang merupakan pemegang saham pengendali Starlink.

Pujian tersebut muncul ketika Rusia mengembangkan jaringan satelit Rassvet untuk menyaingi dominasi Starlink. Berdasarkan data pelacak satelit Orbital Radar, perusahaan kedirgantaraan swasta Rusia Bureau 1440 telah meluncurkan 32 satelit sejak Maret, dengan 31 di antaranya berada di orbit dan 26 beroperasi aktif pada ketinggian sekitar 509 kilometer.

Sementara itu, Starlink telah mengoperasikan lebih dari 11 ribu satelit untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi di 174 negara. Meski memiliki jangkauan luas, layanan tersebut tak berfungsi di wilayah Rusia.

  1. 1. Rusia menjalin komunikasi dengan Musk di tengah pembatasan Starshield

    Elon Musk dan masa depan neuralink
    Elon Musk dan masa depan neuralink (Steve Jurvetson, CC BY 2.0, via Wkimedia Commons)

    Putin menyatakan Rusia bangga dapat memulai proyek Rassvet secara mandiri. Dilansir The Guardian, ia juga menyebut komunikasi dengan mitra Amerika Serikat (AS), termasuk Musk, terus berlangsung secara intensif untuk menjaga ketertiban di orbit dan mencegah kedua pihak saling mengganggu.

    Di medan perang Ukraina, pembatasan akses Starshield, varian Starlink yang dirancang untuk kebutuhan militer, sempat mengganggu konektivitas pada pertengahan Oktober. Kebijakan tersebut membuat pesawat nirawak dan terminal bergerak kehilangan sinyal ketika melaju dengan kecepatan lebih dari 100 mil per jam, sehingga mengganggu sistem pertahanan antipesawat nirawak dan operasi serangan jarak menengah Ukraina.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyalahkan pembatasan itu karena dinilai mengacaukan sistem pertahanan udara negaranya. Sementara itu, Musk, yang dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump, semula membantah telah memerintahkan pembatasan sebelum akhirnya menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan menutup celah penyalahgunaan jaringan sipil untuk kepentingan militer.

    Trump juga membantah telah memerintahkan pemblokiran fungsi jaringan tersebut. Setelah pembatasan berlangsung selama sepuluh hari, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa layanan Starlink dan Starshield kembali beroperasi dengan kecepatan yang sesuai kebutuhan militer.

    Ketegangan antara Zelenskyy dan Trump berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu AS. Hubungan keduanya turut menjadi sorotan setelah Trump menyetujui pembelian minyak solar dari Moskow pada awal Oktober untuk menekan kenaikan harga minyak global.

  2. 2. Rusia meningkatkan serangan udara saat Inggris dan Belanda menambah bantuan

    ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Mykhailo Volkov)
    ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Mykhailo Volkov)

    Serangan udara Rusia terhadap Ukraina semakin intensif sepanjang musim gugur. Setelah pasukan darat Rusia gagal merebut wilayah di front timur, lebih dari 100 rudal balistik diluncurkan ke Kyiv dan sekitarnya sejak pertengahan Oktober. Gubernur Regional Oleksandr Ganzha melaporkan bahwa serangan terbaru di stasiun kereta Dnipro menewaskan 13 orang dan melukai 10 lainnya.

    Kerusakan juga dilaporkan di Kharkiv, dengan Wali Kota Ihor Terekhov mengonfirmasi sejumlah fasilitas lembaga pendidikan di wilayahnya mengalami kerusakan fisik. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 1.214 pesawat nirawak sayap tetap milik Ukraina.

    Untuk memperkuat pertahanan Ukraina, Pemerintah Inggris mengalokasikan dana sebesar 10 miliar pound sterling (setara Rp242 triliun) selama tiga tahun ke depan. Dari jumlah tersebut, 500 juta pound sterling (setara Rp12,1 triliun) akan segera dicairkan untuk memperkuat pertahanan udara.

    Kanselir Inggris John Healey menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah dibahas bersama Zelenskyy melalui sambungan telepon oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham. Selain Inggris, Pemerintah Belanda mengonfirmasi paket bantuan militer musim dingin senilai 500 juta euro (setara Rp10,1 triliun) serta bantuan nonmiliter sebesar 1,2 miliar euro (setara Rp24,3 triliun).

  3. 3. Zelenskyy mengusulkan perundingan damai di Abu Dhabi

    Pada tanggal 7-8 Oktober 2020, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan perjalanan kenegaraan resmi ke Inggris.
    Pada tanggal 7-8 Oktober 2020, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan perjalanan kenegaraan resmi ke Inggris. (Presidential Office of Ukraine, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)

    Zelenskyy berharap perundingan damai trilateral yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan AS dapat berlangsung pada 6–10 November 2026 di Abu Dhabi. Ia menyampaikan harapan tersebut saat berada di Den Haag bersama PM Belanda Rob Jetten, sembari menunggu kepastian kesiapan delegasi AS setelah pemilihan di negara itu selesai.

    Namun, jadwal pertemuan tersebut belum dipastikan karena Moskow belum mengajukan tanggal resmi. Menurut laporan Reuters yang mengutip media Rusia, Ajudan Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov menyebut perkembangan di medan perang dan eskalasi konflik di Iran sebagai faktor yang memengaruhi penentuan jadwal perundingan.

    Ushakov menjelaskan bahwa situasi keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan waktu pertemuan. Ia menyampaikan hal tersebut dengan merujuk pada kondisi di medan perang dan perkembangan di Timur Tengah.

    “Itu juga akan tergantung pada situasi di medan perang dan situasi secara umum. Anda dapat melihat situasi sekarang di Timur Tengah. Itu sama sekali tidak memungkinkan kami untuk mengadakannya dalam waktu dekat. Itu asumsi saya,” katanya, dikutip CNBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More