3 Tips Menjaga Stabilitas Keuangan di Tengah Ancaman Resesi

- Pelajari keterampilan baru untuk meningkatkan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
- Bangun kembali jejaring yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pekerjaan dan ketahanan keuangan perusahaan.
- Cari penghasilan tambahan dengan pekerjaan sampingan tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Jakarta, IDN Times - Di tengah ancaman resesi global yang masih dibicarakan oleh banyak pakar ekonomi dan pelaku pasar, menjaga stabilitas keuangan pribadi menjadi prioritas utama bagi banyak orang. Ketidakpastian ekonomi seperti inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan tekanan pasar kerja dapat memengaruhi pendapatan, daya beli, dan rencana finansial jangka panjang. Oleh karena itu, memahami cara untuk mengelola uang dengan bijak sangat penting agar kondisi keuangan tetap kuat tanpa terguncang oleh fluktuasi ekonomi.
Tips dalam menjaga stabilitas keuangan tidak hanya berlaku bagi investor atau pebisnis besar, tetapi juga bagi para pekerja, pelajar, dan keluarga yang ingin memastikan kebutuhan hidup tetap terpenuhi meskipun terjadi tekanan ekonomi. Pengaturan anggaran, perencanaan dana darurat, dan diversifikasi sumber penghasilan menjadi strategi yang paling sering direkomendasikan para ahli finansial dalam menghadapi kemungkinan resesi.
Selain itu, resesi juga bisa menjadi momentum evaluasi ulang tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Mengetahui bagaimana cara menjaga pengeluaran, mengurangi risiko utang, serta menyiapkan instrumen keuangan yang tepat dapat membantu kamu tetap berada di posisi yang aman secara finansial. Langkah-langkah ini bukan hanya membuat kamu bertahan di masa sulit, tetapi juga dapat memperkuat fondasi keuangan untuk masa depan. Berikut ini tips yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi di tengah ancaman resesi global dikutip dari OK Bank.
Table of Content
1. Pelajari keterampilan baru

Di tengah kondisi saat ini, penting bagi generasi muda untuk dapat terus melakukan improvisasi diri dengan menambah nilai keterampilan. Semakin luas keterampilan dan pengetahuan, maka kesempatan kerja juga akan semakin terbuka.
Seperti halnya yang dilakukan oleh perusahaan rintisan melalui model bisnis yang dihadirkan, mereka membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan mendorong pertumbuhan perekonomian secara individu, perusahaan maupun di kota tersebut.
2. Bangun kembali jejaring yang dimiliki

Selain memperluas keterampilan yang dimiliki, perlu bagi generasi muda untuk menjaga stabilitas pekerjaan mereka dengan optimal. Meski masih berstatus aman dari ancaman resesi, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya pergeseran pada suku bunga demi stabilitas moneter Indonesia.
Hal ini akan berpengaruh besar pada ketahanan keuangan perusahaan. Untuk itu, generasi muda dapat mempersiapkan diri dari ancaman “PHK” yang sewaktu-waktu muncul dengan meninjau kembali resume dan memperbarui informasi pada laman LinkedIn.
Jangan lupa, bangun kembali hubungan dengan jejaring yang sudah dimiliki.
3. Cari penghasilan tambahan

Dari keterampilan yang sudah berkembang, generasi muda juga dapat menambah aktivitas mereka dengan mengambil pekerjaan tambahan sebagai sampingan. Tapi perlu dicatat, jangan sampai kerjaan sampingan ini malah mengganggu pekerjaan utamamu.
Fenomena sekarang ini banyak dari generasi muda melakukan pekerjaan sampingan untuk menambahkan penghasilan mereka, disamping untuk membantu pertumbuhan bisnis perusahaan agar maju ke arah yang lebih positif.
Jenis-jenis pekerjaan sampingan juga beragam, ada yang mengharuskan mereka untuk tetap ke kantor, ada juga yang dapat melakukan pekerjaan ini dimanapun dan kapanpun.
FAQ seputar Tips Menjaga Stabilitas Keuangan di Tengan Ancaman Resesi
| Bagaimana cara menjaga stabilitas keuangan saat ancaman resesi? | Stabilitas keuangan saat ancaman resesi umumnya dijaga dengan membuat anggaran realistis, membangun dana darurat, mengurangi utang, serta mencari sumber penghasilan tambahan. |
| Berapa besar dana darurat yang ideal di tengah ancaman resesi? | Para ahli biasanya menyarankan memiliki dana darurat yang dapat menutupi 3 sampai 6 bulan biaya hidup, bahkan sebagian menyarankan hingga 12 bulan biaya hidup jika situasi ekonomi sangat tidak pasti. |
| Apakah penting memiliki sumber penghasilan selain gaji utama saat resesi? | Ya, memiliki penghasilan tambahan membantu memperkuat tabungan dan mengurangi tekanan finansial jika terjadi pemutusan hubungan kerja atau pendapatan utama berkurang. |
| Bagaimana cara mengatur anggaran yang baik saat ekonomi tidak stabil? | Mulailah dengan membedakan antara kebutuhan pokok dan pengeluaran tidak penting, kurangi belanja konsumtif, lalu alokasikan lebih banyak untuk tabungan dan kebutuhan penting. |
| Perlukah investasi saat ancaman resesi? | Investasi tetap penting, namun strategi yang aman seperti diversifikasi portofolio dan fokus pada instrumen berisiko lebih rendah sering dianjurkan selama masa ketidakpastian ekonomi. |
















