Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Faktor yang Membuat Harga Properti Naik dalam Jangka Panjang
ilustrasi properti (unsplash.com/Elite prop)
  • Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membuat permintaan hunian melonjak, sehingga harga properti di kawasan padat cenderung naik secara konsisten.
  • Keterbatasan lahan kosong, terutama di kota besar, memicu kelangkaan dan persaingan tinggi yang mendorong nilai tanah semakin mahal.
  • Pembangunan infrastruktur baru serta dampak inflasi dan kenaikan biaya material turut mempercepat peningkatan harga jual properti dari waktu ke waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membeli properti memang kerap dianggap sebagai instrumen terbaik untuk masa depan. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengumpulkan uang demi bisa mengamankan aset yang berupa tanah atau pun bangunan sedini mungkin agar bisa dijadikan tabungan masa depan.

Hal ini sebetulnya bukan tanpa alasan, sebab nilai jual dari aset properti hampir selalu meroket dari tahun ke tahun, sehingga dinilai akan sangat menguntungkan. Ada beberapa faktor fundamental berikut ini yang kerap menjadi motor penggerak utama di balik kenaikan harga properti dalam rentang waktu jangka panjang.

1. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya permintaan pasar

ilustrasi properti (unsplash.com/Jason Dent)

Kebutuhan terkait tempat tinggal memang menjadi salah satu kebutuhan primer yang wajib dipenuhi oleh semua orang. Hal ini didukung dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus bertambah dan membuat permintaan terkait unit hunian pun ikut melonjak secara signifikan.

Hukum pasar yang berlaku menyatakan bahwa pada saat permintaan mengalami peningkatan, sementara ketersediaan barangnya terbatas, maka harga akan otomatis melonjak. Fenomena inilah yang membuat nilai jual rumah di kawasan padat penduduk hampir tidak pernah mengalami penurunan.

2. Ketersediaan lahan kosong yang semakin terbatas

ilustrasi tanah (pexels.com/Kellie Churchman)

Faktor utama yang membuat tanah kerap dianggap sebagai aset berharga adalah karena sifatnya yang tidak bisa diproduksi lagi oleh manusia. Sementara, perlu diketahui bahwa jumlah manusia memerlukan ruang yang terus bertambah, sementara volume daratan yang tersedia di Bumi jumlahnya akan tetap sama.

Kelangkaan terkait lahan kosong di wilayah perkotaan besar akan memicu persaingan, khususnya dalam mencari properti yang nyaman untuk dihuni. Inilah yang membuat harga tanah per meter perseginya terus melambung tinggi seiring dengan kelangkaan dari kawasan tersebut.

3. Pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas yang masif

ilustrasi infrastruktur (unsplash.com/Tsuyoshi Kozu)

Nilai dari sebuah properti ternyata bisa meroket secara signifikan jika lokasinya dekat dengan proyek fasilitas umum yang dikembangkan oleh pemerintah. Adanya akses jalan tol baru, stasiun modal raya terpadu (MRT), hingga pusat perbelanjaan bisa menjadi magnet tersendiri untuk menarik investasi yang dimiliki.

Kawasan yang pada mulainya terisolasi bisa menjadi wilayah strategis dengan nilai ekonomi tinggi karena adanya konektivitas transportasi yang memadai. Kemudahan mobilitas inilah yang banyak dicari oleh masyarakat modern, sehingga membuat mereka rela membayar lebih untuk mendapatkan hunian yang nyaman dan strategis.

4. Dampak laju inflasi dan kenaikan harga bahan bangunan

Ilustrasi ruko (pexels.com/Andri Syafaat)

Inflasi memang menjadi realitas ekonomi yang dapat menyebabkan penurunan nilai mata yang secara perlahan, sekaligus memicu terjadinya kenaikan harga barang pokok. Dampak dari inflasi rentan merembet pada lonjakan harga material lainnya, seperti semen, besi, hingga upah tenaga kerja.

Para pengembang properti tentu akan menyesuaikan harga jual unit harian baru agar tidak mengalami kerugian yang diakibatkan karena pembengkakan biaya produksi. Kenaikan biaya modal dari tahun ke tahun secara otomatis ikut mendongkrak nilai jual properti lama yang ada di sekitarnya.

Memahami berbagai faktor penggerak nilai properti akan membantumu mengambil keputusan investasi dengan cerdas. Walau modal awalnya besar, namun potensi keuntungan dari pendapatan pasifnya akan tinggi. Properti bisa menjadi investasi yang menjanjikan untuk masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article