Jakarta, IDN Times - Kepolisian Finlandia membuka penyelidikan pidana terhadap dugaan pelanggaran hukum lingkungan oleh Google dalam pembangunan pusat data di Muhos, Finlandia utara. Penyelidikan berfokus pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Air yang berkaitan dengan pembukaan hutan dan pengeringan lahan sebelum penilaian dampak lingkungan selesai.
Pusat Data Google di Finlandia Diselidiki Kasus Pelanggaran Lingkungan

Take a Deeper Read
1. Polisi selidiki dugaan pelanggaran Undang-Undang Air
Anak perusahaan lokal Google, Tuike Finland, diduga melakukan pembukaan hutan dan pengeringan lahan di lokasi pembangunan pusat data dekat Muhos sebelum menuntaskan penilaian dampak lingkungan yang diwajibkan oleh hukum Finlandia.
Kepala Inspektur Detektif Kari Pakanen mengatakan kepada Reuters pada Kamis (29/10/2026) bahwa polisi sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Air yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Apabila terbukti bersalah, perusahaan dapat dikenai denda.
Juru bicara Google mengatakan perusahaan akan bekerja sama dalam penyelidikan kepolisian dan tetap berfokus memenuhi ketentuan hukum di seluruh lokasi operasionalnya.
2. Pembukaan hutan memicu kemarahan masyarakat
Berbagai foto dan video yang memperlihatkan luasnya pembukaan hutan di lokasi proyek memicu kemarahan publik di Finlandia. Respons negatif juga muncul usai Google pada mulanya enggan menanggapi persoalan tersebut dalam beberapa hari setelah kabar pembukaan hutan mencuat.
Anggota Parlemen Finlandia dari Partai Hijau, Oras Tynkkynen, mengatakan kemarahan masyarakat terhadap Google dapat dipahami. Ia menilai perusahaan seharusnya memahami peraturan negara tempatnya beroperasi.
"Tidak ada alasan sama sekali. Anda harus mengetahui undang-undang negara tempat Anda beroperasi. Anda mampu menyewa ahli hukum terbaik untuk membantu Anda menavigasi persyaratan hukum setempat," tutur Tynkkynen kepada Al Jazeera.
Pada awal Oktober 2026, otoritas Finlandia telah memerintahkan Google menghentikan pekerjaan di lokasi pembangunan pusat data tersebut. Informasi terbaru dari kepolisian juga menyoroti kekurangan dalam pengelolaan drainase dan air di lokasi proyek.
3. Google investasikan 15 miliar dolar AS di Finlandia
Proyek pusat data tersebut merupakan bagian dari rencana investasi Google senilai 15 miliar dolar AS (setara Rp271,99 triliun) di Finlandia. Kesepakatan yang diumumkan pada September 2026 itu mencakup pembangunan infrastruktur akal imitasi (AI), peningkatan jaringan listrik, serta proyek energi bersih dan baterai.
Finlandia menjadi salah satu tujuan investasi pusat data di Eropa lantaran mempunyai iklim sejuk, pasokan listrik rendah karbon, dan dukungan pemerintah terhadap proyek AI. Operator jaringan listrik Fingrid memperkirakan konsumsi listrik negara tersebut dapat meningkat hingga 40 persen dalam beberapa tahun mendatang apabila seluruh proyek yang telah memperoleh persetujuan sambungan jaringan terlaksana.
Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo sebelumnya mendukung rencana investasi Google karena dinilai dapat mendorong perekonomian. Ia juga meredam kekhawatiran bahwa proyek tersebut akan menyerap pasokan energi dan menaikkan harga listrik.
Curated For You
- CEO Google Ogah Turuti Trump untuk Ganti Nama Samudera Atlantik27 Oct 2026, 10:09 WIB
- Google Maps Tampilkan Harga BBM Real-Time Pertama Kali di Inggris11 Oct 2026, 18:09 WIB
- CEO Nvidia hingga Google Bertemu Presiden Trump, Apa yang Dibahas?07 Oct 2026, 10:21 WIB