Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasar Keuangan Oktober 2026: Aset Mana yang Paling Bersinar?

4 min read
Pasar Keuangan Oktober 2026: Aset Mana yang Paling Bersinar?
ilustrasi review keuangan (pexels.com/kaboompics)
  • IHSG turun 16,7% ke 5.057,05 pada 30 Oktober, di tengah kekhawatiran transparansi pasar Indonesia dan potensi penyesuaian portofolio dana yang mengikuti indeks MSCI.
  • Pasar AS dan kripto terkoreksi: Nasdaq melemah 5,3%, melampaui S&P 500 yang turun 0,9%; Bitcoin turun 7,3% dan Ethereum merosot 13,3%.
  • Logam mulia ikut tertekan, dengan emas turun 7,1% dan perak 18,1%; minyak Brent berada di 112,49 dolar AS per barel amid ketegangan geopolitik serta kekhawatiran pasokan energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Oktober 2026 menjadi periode yang penuh tekanan bagi sejumlah aset investasi global. Pasar saham Indonesia mengalami koreksi tajam, sementara Bitcoin dan logam mulia juga kehilangan sebagian nilainya. Kondisi ini membuat investor perlu melihat kembali kinerja berbagai instrumen sebelum menentukan strategi pada November.

Pergerakan pasar selama sebulan menunjukkan bahwa tidak semua aset bergerak dengan arah dan tingkat penurunan yang sama. Saham teknologi Amerika Serikat mengalami tekanan lebih besar dibandingkan indeks saham yang lebih luas, sedangkan emas masih mencatat penurunan yang lebih kecil daripada perak. Lantas, bagaimana kinerja sejumlah aset utama selama Oktober 2026?

  1. 1. IHSG menjadi salah satu indeks dengan tekanan terbesar

    ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia
    ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

    Pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar sepanjang Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.057,05 pada 30 Oktober, turun sekitar 16,7 persen dibandingkan penutupan akhir September. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar domestik masih cukup kuat menjelang pergantian bulan.

    Koreksi IHSG juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal Indonesia. MSCI menyampaikan perhatian terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan di pasar Indonesia, sehingga muncul risiko perubahan klasifikasi pasar. Jika status Indonesia berubah dari kategori pasar berkembang (emerging market), sebagian dana investasi global yang mengikuti indeks MSCI berpotensi menyesuaikan portofolionya.

  2. 2. Nasdaq tertekan lebih dalam dibandingkan S&P 500

    Nasdaq
    Nasdaq (vecteezy.com/Vladylav Zymovin)

    Pasar saham Amerika Serikat juga menghadapi tekanan selama Oktober, terutama pada indeks yang memiliki banyak saham teknologi. Nasdaq Composite ditutup pada level 25.437 pada 30 Oktober, turun sekitar 5,3 persen dibandingkan akhir September. Sementara itu, S&P 500 melemah sekitar 0,9 persen dan berakhir pada level 7.580,07.

    Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa saham teknologi mengalami tekanan lebih besar dibandingkan pasar saham AS secara keseluruhan. Investor mulai mempertanyakan besarnya belanja perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), terutama ketika pengeluaran tersebut belum tentu langsung menghasilkan keuntungan. Penurunan saham Alphabet dan Intel pada akhir Oktober turut memperlihatkan bagaimana ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis dan biaya investasi dapat memengaruhi pergerakan indeks.

  3. 3. Bitcoin dan Ethereum sama-sama melemah

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin (unsplash.com/Amjith S)

    Pasar kripto juga mengalami koreksi selama Oktober 2026. Bitcoin turun sekitar 7,3 persen dari sekitar 83.554 dolar AS pada akhir September menjadi 77.444 dolar AS pada 30 Oktober. Penurunan tersebut membawa Bitcoin semakin jauh dari level tertinggi penutupan yang tercatat pada awal bulan.

    Ethereum menghadapi tekanan yang lebih besar dalam periode yang sama. Harga Ethereum berada di sekitar 2.320 dolar AS pada 29 Oktober, turun sekitar 13,3 persen dibandingkan harga pada akhir September. Pelemahan aset kripto terjadi ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan menghadapi ketidakpastian di pasar keuangan global.

  4. 4. Harga emas dan perak ikut terkoreksi

    ilustrasi emas
    ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

    Emas yang sering menjadi pilihan ketika pasar menghadapi ketidakpastian ternyata tidak terhindar dari tekanan selama Oktober. Harga emas dunia turun sekitar 7,1 persen dari 4.186,70 dolar AS per troy ounce pada akhir September menjadi 3.891,40 dolar AS pada 30 Oktober. Penurunan tersebut memperlihatkan bahwa status emas sebagai aset safe haven tidak selalu membuat harganya naik ketika pasar bergejolak.

    Perak mengalami koreksi yang lebih dalam dibandingkan emas selama periode tersebut. Harganya turun sekitar 18,1 persen sepanjang Oktober berdasarkan perbandingan harga akhir bulan. Perak memiliki permintaan dari sektor investasi sekaligus industri, sehingga perubahan sentimen pasar dan prospek aktivitas ekonomi dapat memengaruhi pergerakannya.

  5. 5. Lonjakan harga minyak menambah ketidakpastian pasar

    ilustrasi kapal tanker minyak
    ilustrasi kapal tanker minyak (pexels.com/Zifeng Xiong)

    Berbeda dari sejumlah aset investasi yang mengalami penurunan, harga minyak mentah menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan selama Oktober. Harga minyak Brent berada di sekitar 112,49 dolar AS per barel pada 30 Oktober di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan energi. Namun, angka tersebut merupakan harga pada akhir bulan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya kenaikan minyak selama Oktober.

    Kenaikan harga energi dapat memengaruhi pasar keuangan melalui biaya produksi, transportasi, dan distribusi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan bank sentral. Karena itu, pergerakan minyak tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau meskipun kinerjanya tidak dapat dibandingkan langsung dengan indeks saham atau aset kripto.

    Performa pasar keuangan selama Oktober 2026 memperlihatkan bahwa sebagian besar aset utama menghadapi tekanan, meskipun tingkat penurunannya berbeda-beda. IHSG, Nasdaq, Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak sama-sama mencatat koreksi, sementara harga minyak tetap menjadi perhatian karena risiko pasokan energi. Memasuki November, investor perlu mencermati perkembangan geopolitik, kondisi ekonomi, dan kebijakan perdagangan sebelum menentukan langkah investasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More