Freeport-McMoRan Garap Proyek Tambang Raksasa Rp127,17 Triliun di Chili

- Freeport-McMoRan dan Codelco menggelontorkan investasi Rp127,17 triliun untuk memperluas tambang tembaga El Abra di Chili, menargetkan produksi tahunan lebih dari 300 ribu ton pada 2033.
- Proyek mencakup pembangunan pabrik desalinasi air laut, fasilitas pengolahan baru, serta penerapan sistem otomatis guna meningkatkan efisiensi dan memenuhi standar lingkungan ketat di wilayah kering Chili.
- Ekspansi ini diperkirakan menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan kerja dan mendapat dukungan pemerintah Chili sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi serta pasokan tembaga global.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS), Freeport-McMoRan resmi memulai pengajuan izin lingkungan untuk proyek perluasan tambang tembaga El Abra, pada Kamis (19/3/2026). Perusahaan berencana mengucurkan investasi sebesar 7,5 miliar dolar AS (Rp127,17 triliun) untuk meningkatkan kapasitas operasional tambang yang berada di wilayah utara Chili tersebut.
Proyek pengembangan ini merupakan hasil kerja sama antara Freeport-McMoRan dengan perusahaan tambang milik negara Chili, Codelco. Inisiatif tersebut dirancang untuk menjawab tantangan kebutuhan tembaga dunia yang diprediksi akan terus meningkat dalam jangka panjang. Melalui investasi besar ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk memperkuat pasokan tembaga global di masa depan.
1. Freeport targetkan El Abra jadi produsen tembaga terbesar ketiga di Chili
Investasi senilai Rp127,17 triliun ini menjadi pengajuan proyek pertambangan terbesar yang diterima oleh Layanan Evaluasi Lingkungan (SEA) Chili dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Freeport-McMoRan menargetkan peningkatan kapasitas produksi tahunan hingga lebih dari 300 ribu metrik ton.
Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan realisasi produksi 2025 yang tercatat sebesar 91.400 ton. Melalui perluasan ini, El Abra diprediksi naik peringkat dari posisi ke-17 menjadi produsen tembaga terbesar ketiga di Chili.
Peningkatan operasional ini sangat penting bagi Freeport-McMoRan untuk memperpanjang usia cadangan mineral dan memperkuat aset mereka di Amerika Selatan. Meski proses perizinan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun, fasilitas baru ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2033. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan pasokan tembaga di tengah transisi energi global dan permintaan pasar yang tinggi.
"Proyek ini sangat penting, bukan hanya karena nilai investasinya yang besar, melainkan juga karena jumlah produksi yang akan dihasilkan nanti," ujar Manager Freeport di Chili, Mario Larenas, dilansir BNN Bloomberg.
Rencana ekspansi ini sebenarnya telah dipertimbangkan sejak pertengahan 2024, namun sempat tertunda sebelum akhirnya resmi diajukan. Keputusan untuk melanjutkan proyek sekarang didasarkan pada analisis pasar yang memprediksi terjadinya kekurangan pasokan tembaga. Hal ini dipicu oleh melonjaknya permintaan untuk pembuatan kendaraan listrik dan pembangunan infrastruktur akal imitasi (AI).
2. Freeport bangun pabrik desalinasi dan infrastruktur canggih
Rangkaian proyek ekspansi ini melibatkan pembangunan infrastruktur teknis, termasuk pabrik konsentrator baru dan fasilitas penyimpanan sisa hasil pengolahan atau tailings. Salah satu elemen terpenting dalam rencana ini adalah pembangunan pabrik desalinasi air laut mandiri. Fasilitas ini akan mendukung operasional tambang di wilayah kering tanpa menguras sumber daya air tawar lokal, sekaligus memenuhi standar lingkungan yang ketat di Chili.
Selain infrastruktur air, Freeport-McMoRan berencana menerapkan sistem pengangkutan otomatis untuk meningkatkan efisiensi biaya dan keselamatan kerja di lokasi tambang. Perusahaan juga terus mengoptimalkan metode pelindian atau leaching yang diharapkan dapat menambah produksi dengan biaya operasional rendah. Transformasi teknologi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan penurunan kadar mineral yang saat ini dialami oleh banyak perusahaan tambang di dunia.
"Bukan lagi soal jadi atau tidak, melainkan soal kapan proyek El Abra ini dimulai. Kami sudah melakukan banyak persiapan teknis di sana," ungkap CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, dilansir Mining.
3. Proyek ekspansi Freeport bakal serap 20 ribu tenaga kerja
Kehadiran proyek ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi besar bagi Chili, termasuk potensi penciptaan lebih dari 20 ribu lapangan kerja baru selama masa konstruksi dan operasi. Pemerintah Chili melalui Menteri Ekonomi dan Pertambangan telah menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyederhanakan proses birokrasi perizinan guna menarik lebih banyak investasi asing di sektor mineral.
"Kita harus mengikuti semua aturan yang ada. Saya yakin dalam waktu dekat perusahaan akan segera menentukan tahap investasi berikutnya," ujar Menteri Pertambangan Chili, Daniel Mas.
Dinamika pasar tembaga yang menjanjikan menjadi latar belakang utama di balik percepatan proses perizinan El Abra pada 2026. Mengingat peran tembaga sebagai komponen utama jaringan listrik masa depan, Chili memegang posisi sentral dalam mendukung keberhasilan dekarbonisasi dunia. Langkah Freeport-McMoRan ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain utama, tetapi juga memberikan kepastian pasokan bagi industri manufaktur global di masa depan.


















