Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, tapi Buyback Turun Rp80 Ribu

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, tapi Buyback Turun Rp80 Ribu
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Harga emas Antam tetap di Rp2,843 juta per gram pada 24 Maret 2026, sementara harga buyback turun Rp80 ribu menjadi Rp2,480 juta per gram.
  • Emas dianggap instrumen penting untuk diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan arah dengan saham atau properti, membantu menjaga stabilitas aset investor.
  • Investasi emas diminati investor konservatif karena risikonya rendah dan mudah dilakukan, meski kurang cocok untuk tujuan investasi jangka pendek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tidak mengalami perubahan pada perdagangan Selasa (24/3/2026) sehingga dibanderol Rp2,843 juta per gram.

Sementara itu, berdasarkan data situs Logam Mulia, harga buyback turun Rp80 ribu, sehingga dibanderol Rp2,480 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,471,5 juta
  • Harga emas 1 gram: Rp2,843 juta
  • Harga emas 2 gram: Rp5,626 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp8,414 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp13,990 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp27,925 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp69,687 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp139,295 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp278,512 juta
  • Harga emas 250 gram: Rp696,015 juta
  • Harga emas 500 gram: Rp1,391,82 miliar
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,783 miliar.

2. Emas jadi investasi untuk diversifikasi portofolio

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.


3. Investasi emas bisa jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More