Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum PLN Benahi Sistem
Aktivitas warga kembali normal pasca kondisi kelistrikan pulih (Dok. PT. PLN)
  • PLN mendapat apresiasi atas respons cepat dalam memulihkan pasokan listrik di Sumatra setelah gangguan jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi.
  • Tulus Abadi menekankan pentingnya pemulihan bertahap demi menjaga kestabilan dan keamanan sistem kelistrikan agar layanan kembali normal secara aman.
  • FKBI melihat insiden ini sebagai momentum bagi PLN untuk memperkuat keandalan infrastruktur listrik nasional agar lebih tangguh menghadapi potensi gangguan mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gangguan kelistrikan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatra mendapat sorotan dari Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi. Dia menilai langkah cepat PLN dalam melakukan pemulihan menunjukkan fokus perusahaan untuk segera mengembalikan layanan listrik kepada masyarakat.

Menurut Tulus, proses pemulihan gangguan listrik berskala besar memang membutuhkan tahapan agar sistem tetap aman dan seimbang.

“Dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses recovery memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus menjaga keseimbangan sistem kelistrikan secara bertahap,” ujar Tulus dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).

Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan kelistrikan yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) dipicu masalah pada jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi.

1. Tim lapangan PLN dinilai bergerak cepat

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di Provinsi Lampung pascagangguan pada sistem interkoneksi Sumatra. (Dok. PLN Lampung).

Tulus mengatakan, respons manajemen dan petugas lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatra. Menurutnya, langkah cepat tersebut membantu masyarakat segera kembali menikmati layanan listrik.

“Yang terpenting pascakejadian, manajemen dan tim lapangan PLN langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik,” katanya.

Dia menilai dalam situasi gangguan besar, kecepatan pemulihan menjadi hal krusial karena dampaknya bisa meluas ke aktivitas masyarakat hingga layanan publik.

2. Pemulihan bertahap disebut jadi prioritas utama

Konferensi pers hasil investigasi blackout Sumatra oleh Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).

Tulus menegaskan pemulihan sistem kelistrikan harus dilakukan secara bertahap demi menjaga keamanan dan kestabilan jaringan. Saat ini, pasokan listrik di wilayah terdampak juga disebut sudah berangsur normal.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan layanan listrik dapat kembali normal secara bertahap dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, langkah pemulihan yang terukur penting agar sistem tidak kembali mengalami gangguan saat proses normalisasi berlangsung.

3. Gangguan jadi momentum penguatan sistem listrik nasional

Ilustrasi PLN (Dok. PLN)

FKBI juga menilai peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Tulus berharap sistem kelistrikan Indonesia semakin tangguh menghadapi potensi gangguan di masa mendatang.

“Hal paling penting sekarang adalah memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article