Pesawat Garuda Indonesia (Dok.IDN Times/Istimewa)
Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar 2,71 miliar dolar AS atau setara Rp48,39 triliun pada kuartal III-2026.
Nilai tersebut meningkat 13,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,39 miliar dolar AS atau setara Rp42,73 triliun.
Pendapatan penerbangan berjadwal menjadi kontributor terbesar dengan perolehan 2,08 miliar dolar AS atau setara Rp37,15 triliun. Jumlah tersebut meningkat 12,64 persen dibandingkan kuartal III-2025 sebesar 1,84 miliar dolar AS atau setara Rp32,98 triliun.
Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal atau charter tercatat sebesar 305,83 juta dolar AS atau setara Rp5,47 triliun. Jumlah tersebut naik 2,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 299,55 juta dolar AS atau setara Rp5,36 triliun.
Adapun beban usaha Garuda Indonesia mencapai 2,64 miliar dolar AS atau setara Rp47,29 triliun pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat 15,70 persen dibandingkan kuartal III-2025 sebesar 2,29 miliar dolar AS atau setara Rp40,87 triliun.