TPS 3R GO-SARI, yang setiap harinya mengolah sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi. (dok. Pertamina)
Pengelolaan sampah GO-SARI juga mulai diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih. Pada 2026, TPS 3R GO-SARI mendapatkan dukungan PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh.
Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung berbagai peralatan operasional pengolahan sampah.
Local Hero Program DEB GO-SARI sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, mengatakan penggunaan PLTS mampu memangkas biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen.
Sebelumnya, biaya listrik mencapai sekitar Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan. Setelah menggunakan PLTS, biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per bulan.
“Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik,” ujar Hendry.
Dukungan terhadap GO-SARI telah diberikan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan program tersebut diarahkan agar pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu dijalankan secara mandiri oleh masyarakat.
“Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka,” ujar Taufik.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan penghasilan dari pekerjaannya turut membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga,” ujar Ardian.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Pertamina juga menyerahkan dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI pada 12 Agustus 2026. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 771 paket sembako disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.
Lewat pengelolaan yang melibatkan masyarakat, GO-SARI menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan dapat diolah kembali, sementara masyarakat memperoleh lapangan kerja dan sumber penghasilan.
“Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan,” kata Taufik. (WEB)