GoTo Fokus Integrasikan AI di Seluruh Siklus Produk

- GoTo berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan ke seluruh siklus produk, termasuk layanan pelanggan dan pengembangan produk untuk memperkuat inovasi perusahaan.
- Perusahaan sukses menyelesaikan pembangunan ulang infrastruktur teknologi tepat waktu melalui sistem cloud baru yang meningkatkan efisiensi operasional hingga lebih dari 50 persen.
- Untuk pertama kalinya sejak berdiri, GoTo mencatatkan keuntungan sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026, menandai tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya.
Jakarta, IDN Times - Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus Martowardojo menyampaikan perusahaan akan terus mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke depannya.
Dia mengungkapkan unsur AI akan dimasukkan ke dalam seluruh siklus produk (product cycle). Tidak hanya itu, dukungan kecerdasan buatan juga akan diterapkan pada layanan pelanggan (customer service) dan pengembangan produk.
"Nanti ke depan itu nanti pengembangan dari artificial intelligence kita itu product cycle, sepanjang product cycle semuanya kita masukkan unsur pengkayaan dengan sistem artificial intelligence," kata dia di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
1. Sukses bangun ulang infrastruktur teknologi tepat waktu

Agus menyampaikan selama 2025 manajemen terus melakukan efisiensi dari sisi operasional. Salah satu langkah penting yang berhasil diselesaikan adalah membangun ulang dan memperkuat infrastruktur teknologi perusahaan, yaitu program pengalihan sistem cloud (cloud system).
Dalam paparannya, dia menyoroti tantangan umum yang sering terjadi di Indonesia saat mengeksekusi proyek strategis, yang kerap menghadapi masalah keterlambatan serta pembengkakan biaya (cost overrun).
"Di Indonesia itu susahnya kalau kita mengeksekusi project yang strategis selalu molor dan selalu cost overrun. Yang terjadi di GoTo betul-betul tepat waktu," ujar dia.
2. Efisiensi biaya operasional hingga lebih dari 50 persen

Langkah transformasi teknologi berhasil menempatkan sistem cloud GoTo sebagai salah satu yang terbaik di kawasan regional. Agus mengungkapkan efisiensi dari pembaruan infrastruktur memberikan dampak penghematan biaya operasional yang signifikan.
Secara rinci, efisiensi yang berhasil dibangun oleh perusahaan untuk periode satu tahun mampu menekan biaya sistem cloud hingga mencapai 50 persen.
"Itu sesuatu yang membuat cloud system kita menjadi salah satu yang terbaik di regional. Dan nanti bisa di-share karena efisiensi yang bisa kita bangun untuk periode satu tahun itu nanti sampai 50 persen buat cloud system kita," katanya.
3. GoTo akhirnya mampu membukukan profit di kuartal I

Agus bersyukur perusahaan untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan keuntungan. Pada kuartal I-2026, GoTo mencatatkan profit Rp171 miliar. Itu merupakan sejarah baru bagi ekosistem GoTo sejak awal berdiri, mengingat sebelumnya perusahaan belum pernah membukukan profit.
"Kita semua bersyukur sejak awal berdiri GoTo Gojek Tokopedia memang belum pernah membukukan profit. Dan profit di kuartal pertama tahun 2026 bisa dibukukan Rp171 miliar," kata dia.


















