Raup Pendapatan Bersih Rp18,32 T, Rugi Bersih GoTo Susut 77 Persen

- GoTo mencatat pendapatan bersih Rp18,32 triliun pada 2025, naik 15,27 persen yoy, dengan rugi bersih turun 77 persen menjadi Rp1,18 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
- Perusahaan melampaui pedoman EBITDA Grup 2025 dengan capaian Rp2 triliun dan menargetkan kenaikan EBITDA 2026 ke kisaran Rp3,2–3,4 triliun seiring momentum pertumbuhan positif.
- Manajemen GoTo menegaskan fokus pada peningkatan profitabilitas dan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis, didukung arus kas bebas positif serta strategi pertumbuhan berkelanjutan untuk tahun berikutnya.
Jakarta, IDN Times - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp1,18 triliun selama 2025. Rugi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan periode 2024.
Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan yang telah dirilis, GoTo mampu mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp18,32 triliun,naik 15,27 persen secara tahunan/year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp15,89 triliun.
Naiknya pendapatan tersebut membuat rugi bersih GoTo susut menjadi Rp1,18 triliun atau turun 77 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,15 triliun.
1. GoTo lampaui pedoman EBITDA Group

Selain itu, dalam pernyataan resminya, GoTo menyatakan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan 2025 sebesar Rp1,8 triliun-Rp1,9 triliun dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik antara 59-69 persen menjadi Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun. Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan GoTo mencatatkan kinerja kuat pada kuartal IV-2025 dan sepanjang 2025 dengan Gross Transaction Value (GTV) inti meningkat 49 persen secara tahunan dan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman grup.
"Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun," kata Hans dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (12/3/2026).
2. Proyeksi pertumbuhan laba yang akan terus berlanjut

Di sisi lain, Hans meyakini pertumbuhan laba akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, GoTo memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan GoTo dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.
"Untuk mewujudkannya, kami tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut," ujar Hans.
3. GoTo berhasil cetak pertumbuhan pendapatan dan peningkatan profitabilitas

Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, mengatakan kinerja perusahaan saat ini mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).
"Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif," ujar dia.
Simon menambahkan, GoTo juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.
"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi pada 2026," katanya.


















