Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diplomasi Energi Bahlil di Jepang Perkuat Posisi Rantai Pasok RI

Diplomasi Energi Bahlil di Jepang Perkuat Posisi Rantai Pasok RI
ilustrasi energi (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Diplomasi energi Bahlil di Jepang dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, menandai pergeseran dari sekadar objek ekonomi menjadi aktor aktif yang menentukan kepentingannya.
  • Indonesia dan Jepang menandatangani dua MoU terkait penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi nuklir rendah karbon, termasuk percepatan investasi proyek gas Blok Masela senilai Rp339 triliun.
  • Pemerintah menawarkan kerja sama pengelolaan komoditas strategis dan proyek transisi energi, dengan kepastian hukum proyek seperti Blok Masela menjadi sinyal positif bagi investor global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerhati kebijakan publik Henry Indraguna menilai diplomasi energi yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jepang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menurut dia, Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi objek dalam relasi ekonomi global, melainkan mulai berperan sebagai aktor yang aktif menentukan kepentingannya sendiri.

“Indonesia tidak lagi menjadi objek dalam relasi kuasa global, tetapi menjadi subjek yang mendefinisikan kepentingannya,” ujar Henry, Rabu (25/3/2026).

1. Tak sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain dalam rantai nilai global

ilustrasi energi terbarukan (freepik.com/user6702303)
ilustrasi energi terbarukan (freepik.com/user6702303)

Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu menilai langkah tersebut juga menjadi upaya mendorong Indonesia naik kelas dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain dalam rantai nilai global.

Ia menambahkan, pendekatan pemerintah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan standar internasional tanpa meninggalkan kepentingan nasional.

“Ini bentuk kedaulatan yang cair namun kokoh. Menunjukkan hukum nasional kita mampu beradaptasi dengan standar internasional tanpa kehilangan jati diri konstitusionalnya,” kata dia.

2. Berbagai implementasi harus dikawal

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ia menjelaskan pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan mineral dengan Jepang.

Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, kedua negara menyepakati dua nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi nuklir rendah karbon.

"Selain itu, Menteri ESDM juga mendorong percepatan investasi proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela oleh Inpex Corporation dengan nilai mencapai Rp339 triliun. Proyek ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional," tegasnya.

3. Kepastian hukum dalam proyek strategis seperti Blok Masela jadi sinyal positif bagi investor global

ilustrasi investasi (unsplash.com/@towfiqu999999)
ilustrasi investasi (unsplash.com/@towfiqu999999)

Di sisi lain, Pemerintah juga menawarkan kerja sama pengelolaan komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang yang menjadi kunci dalam transisi energi global.

Kerja sama kedua negara turut mencakup sektor batu bara, gas alam cair (LNG), serta proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), termasuk PLTSa Legok Nangka dan PLTP Sarulla.

Henry menilai langkah ini sejalan dengan konsep pertumbuhan berbasis nilai tambah, terutama melalui hilirisasi mineral dan penguasaan teknologi.

“Upaya mengamankan teknologi dan hilirisasi akan mendorong pertumbuhan dari dalam secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menilai kepastian hukum dalam proyek strategis seperti Blok Masela menjadi sinyal positif bagi investor global terhadap kredibilitas Indonesia.

Namun demikian, ia mengingatkan implementasi kerja sama tetap harus dikawal agar selaras dengan kepentingan nasional dan keberlanjutan.

Menurutnya, diplomasi energi ini berpotensi menjadi fondasi bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di kawasan Indo-Pasifik sekaligus menjadi pemain penting dalam ekosistem energi global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More