Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Bisa Naik Turun, Begini Cara Dynamic Pricing Bekerja
ilustrasi pesan ojol beda kota (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
  • Dynamic pricing adalah strategi yang mengubah harga secara real-time berdasarkan permintaan, stok, harga pesaing, dan kondisi pasar, menggantikan daftar harga tetap dengan data serta otomatisasi.
  • Sistem bekerja dengan mengumpulkan data penjualan, pelanggan, inventaris, dan kompetitor; menganalisis peluang; lalu memperbarui harga otomatis di berbagai kanal sesuai aturan yang ditetapkan.
  • Strategi ini dapat meningkatkan pendapatan, margin, dan pengelolaan stok, tetapi memerlukan data serta sistem andal karena perubahan berlebihan berisiko membingungkan pelanggan, memicu isu transparansi, dan perang harga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tim penjualan kerap harus menentukan harga di tengah keterbatasan informasi mengenai permintaan pasar, pergerakan pesaing, maupun kondisi stok. Situasi tersebut membuat proses penetapan harga berisiko tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengatasi persoalan itu adalah dynamic pricing atau penetapan harga dinamis. Melalui sistem ini, harga diperbarui secara otomatis mengikuti perubahan pasar sehingga tim penjualan memiliki acuan yang lebih relevan saat menawarkan produk.

Dilansir Sales Force, pendekatan tersebut juga membantu mengurangi penyesuaian harga secara manual sekaligus memastikan setiap penawaran didasarkan pada data terbaru.

Ketika permintaan meningkat, stok mulai terbatas, atau pesaing mengubah strategi harga, sistem dapat menyesuaikan harga secara cepat. Dengan begitu, tim penjualan dapat menjaga konsistensi dan daya saing tanpa bergantung pada perkiraan semata.

1. Apa itu penetapan harga dinamis?

ilustrasi barang dagangan dengan label harga(pexels.com/Ivett M)

Penetapan harga dinamis merupakan strategi yang mengubah harga secara real-time berdasarkan berbagai faktor, seperti permintaan, tingkat inventaris, harga pesaing, hingga kondisi pasar. Berbeda dengan daftar harga tetap, metode ini mengandalkan data yang saling terhubung dan sistem otomatis untuk memberikan rekomendasi atau memperbarui harga saat situasi berubah.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan meningkatkan margin ketika permintaan tinggi, merespons perubahan harga dari pesaing dengan lebih cepat, serta mengurangi risiko kerugian saat penjualan melambat atau stok menumpuk.

Agar berjalan efektif, strategi ini membutuhkan data yang akurat, aturan penetapan harga yang jelas, serta perangkat lunak revenue management yang mampu menerapkan perubahan harga secara konsisten di berbagai saluran penjualan.

Jika diterapkan dengan baik, harga dapat lebih selaras dengan kondisi pasar dan mendukung peningkatan pendapatan.

2. Cara kerja penetapan harga dinamis

ilustrasi pesan ojol untuk orang lain (unsplash.com/charlesdeluvio)

Sistem penetapan harga dinamis memanfaatkan data real-time, mulai dari permintaan pasar, jumlah stok, harga pesaing, perilaku pelanggan, hingga tren musiman. Secara umum, prosesnya berlangsung melalui tiga tahapan.

1. Pengumpulan data

Tahap awal dilakukan dengan menghimpun data yang akurat dan saling terhubung. Data tersebut dapat berasal dari tren penjualan, riwayat transaksi dalam sistem CRM, aktivitas penelusuran pelanggan, tingkat inventaris, harga kompetitor, hingga indikator pasar lainnya.

Sebagai contoh, pelaku e-commerce dapat menggabungkan data jumlah kunjungan halaman, keranjang belanja yang ditinggalkan, riwayat pembelian, dan perubahan harga pesaing untuk melihat minat beli pelanggan sekaligus memahami kondisi pasar.

2. Analisis harga dan pengambilan keputusan

Data yang terkumpul kemudian dianalisis oleh perangkat lunak penetapan harga untuk menemukan peluang maupun potensi masalah, seperti lonjakan permintaan, tekanan dari pesaing, atau kelebihan stok.

Jika permintaan meningkat, sistem dapat merekomendasikan kenaikan harga guna menjaga margin. Sebaliknya, ketika permintaan melemah atau stok terlalu banyak, sistem dapat menyarankan penyesuaian harga agar penjualan kembali bergerak.

3. Penyesuaian harga otomatis

Setelah aturan penetapan harga ditetapkan, sistem akan memperbarui harga secara otomatis di berbagai saluran, termasuk situs e-commerce, booking engine, maupun aplikasi seluler.

Sebagai ilustrasi, harga headphone nirkabel dapat berubah mengikuti kondisi stok dan harga pesaing. Ketika ulasan produk menjadi viral dan persediaan menipis, sistem dapat menaikkan harga untuk menahan laju permintaan.

Sebaliknya, jika produk tidak kunjung terjual dalam waktu lama, harga dapat diturunkan untuk mempercepat perputaran stok. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara pasokan, margin, dan perubahan pasar.

3. Kelebihan dan kekurangan penetapan harga dinamis

ilustrasi harga (pexels.com/Ann H)

Penerapan penetapan harga dinamis dapat memberikan hasil positif jika didukung data yang akurat. Dalam salah satu penerapannya pada pengecer perkakas listrik daring, strategi yang memanfaatkan data permintaan, aktivitas pesaing, dan tren musiman mampu meningkatkan pendapatan kuartalan sebesar 9 persen.

Sebaliknya, penerapan tanpa data yang bersih dan aturan yang jelas berisiko membingungkan pelanggan serta menurunkan kepercayaan. Berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan penetapan harga dinamis.

Kelebihan:

Membantu meningkatkan pendapatan dan profit dengan memaksimalkan margin saat permintaan naik.

Mendukung pengelolaan inventaris melalui percepatan penjualan produk yang kurang diminati dan penyesuaian harga pada barang dengan permintaan tinggi.

Memperkuat daya saing karena bisnis dapat mengikuti perubahan harga pesaing dengan lebih cepat.

Memudahkan perusahaan beradaptasi terhadap perubahan pasar, tren musiman, maupun perilaku pelanggan secara real-time.

Kekurangan:

Berpotensi memunculkan persoalan transparansi dan etika, terutama pada penetapan harga yang disesuaikan berdasarkan lokasi atau karakteristik pelanggan.

Perubahan harga yang terlalu sering dapat membingungkan pelanggan sehingga diperlukan aturan, seperti kebijakan price matching atau periode diskon yang jelas.

Membutuhkan data yang akurat, sistem yang andal, dan aturan penetapan harga yang matang. Tanpa dukungan tersebut, risiko kesalahan harga dapat meningkat.

Penyesuaian harga yang terlalu agresif juga dapat memicu perang harga antarpesaing sehingga menekan tingkat keuntungan seluruh pelaku usaha.

Curated For You

Editorial Team

Related Article