Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Stagnan di Perdagangan Hari Ini
Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, pada 28 Juli 2020. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
  • Harga emas Antam stagnan di Rp1,517 juta per gram, dengan buyback Rp1,371 juta per gram
  • Daftar harga emas Antam beragam, mulai dari 0.5 gram hingga 1.000 gram
  • Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah namun rawan hilang atau dicuri
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times  - Harga logam mulia di PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan Senin (11/11/2024) mengalami stagnansi. Harga emas kini menyentuh di level Rp1,517 juta per gram.

Dikutip situs resmi Logam Mulia, harga buyback terbaru untuk emas juga stagnan Rp1,371 juta per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam untuk membeli kembali atau menebus emas batangan dari konsumen. Jadi, jika pemegang logam mulia ingin menjual kembali emas kepada Antam, akan menerima pembayaran sesuai harga buyback tersebut.

1. Daftar rincian harga emas

Harga emas Antam hari ini, berikut daftarnya: 

  • Emas Antam 0.5 gram: Rp808,5 ribu
  • Emas Antam 1 gram: Rp1,517 juta
  • Emas Antam 2 gram: Rp2,974 juta
  • Emas Antam 3 gram: Rp4,436 juta
  • Emas Antam 5 gram: Rp7,360 juta
  • Emas Antam 10 gram: Rp14,665 uta
  • Emas Antam 25 gram: Rp36,537 juta
  • Emas Antam 50 gram: Rp72,9 juta
  • Emas Antam 100 gram: Rp145,19 juta
  • Emas Antam 250 gram: Rp364,51 juta
  • Emas Antam 500 gram: Rp728,82 juta
  • Emas Antam 1.000 gram: Rp1,457 miliar

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Instrumen investasi memiliki risiko rendah

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," kata Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi, jangan sampai orang berasumsi risiko rendah, tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram.

Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan. Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu.

Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Editorial Team