Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.729.000 per Gram Hari Ini
Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Harga emas Antam hari ini stagnan di Rp2.729.000 per gram dengan harga buyback tetap Rp2.500.000 per gram, menurut data logammulia.com.
  • Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan emas fisik tergolong investasi berisiko rendah namun rawan hilang atau dicuri, serta memiliki imbal hasil yang sebanding dengan risikonya.
  • Keuntungan investasi emas dihitung dari selisih harga jual dan beli; karena itu emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang agar nilai jualnya melebihi harga beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Selasa (16/6/2026) tak mengalami perubahan alias stagnan di Rp2.729.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback hari ini menurut situs logammulia.com tetap di Rp2.500.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

1. Harga emas Antam dalam pecahan lain

​Berikut adalah rincian harga emas Antam:

  • ​Emas Antam 0.5 gram: Rp1.414.500

  • ​Emas Antam 1 gram: Rp2.729.000

  • ​Emas Antam 2 gram: Rp5.398.000

  • ​Emas Antam 3 gram: Rp8.072.000

  • ​Emas Antam 5 gram: Rp13.420.000

  • ​Emas Antam 10 gram: Rp26.785.000

  • ​Emas Antam 25 gram: Rp66.837.000

  • ​Emas Antam 50 gram: Rp133.595.000

  • ​Emas Antam 100 gram: Rp267.112.000

  • ​Emas Antam 250 gram: Rp667.515.000

  • ​Emas Antam 500 gram: Rp1.334.820.000

  • ​Emas Antam 1.000 gram: Rp2.669.600.000

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp2.729.000 per gram dan harga jual kembali Rp2.500.000 per gram.

Ada selisih Rp229 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp2.729.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp229 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Editorial Team

Related Article