Harga emas mengalami tekanan pada akhir Agustus setelah ekspektasi kenaikan suku bunga AS menguat. Kenaikan yield obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar membuat emas yang tidak memberikan bunga menjadi relatif kurang menarik. Namun, harga emas terkoreksi bukan berarti investor mulai meninggalkan logam mulia ini.
Pada awal September, emas bahkan kembali menguat ketika dolar dan yield Treasury turun dari level sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap emas masih ada, meskipun pasar sedang menghadapi perubahan ekspektasi suku bunga. Ada beberapa faktor yang dapat membantu menjelaskan mengapa koreksi harga belum tentu menandakan berkurangnya minat investor terhadap emas.
