Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Perkasa Seharian, Ditutup ke Level Rp17.679 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Seharian, Ditutup ke Level Rp17.679 per Dolar AS
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
  • Rupiah ditutup menguat 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.679 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore.
  • Penguatan rupiah sejalan dengan pelemahan dolar AS setelah data ADP menunjukkan penambahan 38.000 pekerja swasta AS pada Agustus, di bawah ekspektasi 47.000.
  • Penguatan rupiah berpotensi terbatas akibat eskalasi Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, meski mayoritas mata uang Asia turut menguat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mata uang rupiah hingga akhir perdagangan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (3/9/2026) sore. Rupiah parkir di level Rp17.679 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 84 poin atau 0,47 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya

  1. 1. Rincian pergerakan mata uang di Asia sore ini

    Pada penutupan perdagangan, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, ini daftarnya:

    Rupee India menguat 0,50 persen

    Bath Thailand menguat 0,21 persen

    Pesso Filipina menguat 0,04 persen

    Won Korea menguat 1,79 persen

    Yen Jepang menguat 1,68 persen

  2. 2. Data pekerja swasta di AS di bawah ekspektasi

    Analis Lukman Leong mengatakan, rupiah menguat karena dolar AS yang melemah akibat data pekerjaan sektor swasta AS atau ADP menunjukkan hasil yang lebih lemah.

    Menurut laporan ADP yang dirilis Rabu (2/9/2026), perusahaan-perusahaan swasta AS menambah 38.000 pekerja pada Agustus. Angka tersebut berada di bawah tambahan 46.000 pekerjaan pada Juli setelah direvisi naik, sekaligus lebih rendah dari konsensus Dow Jones sebesar 47.000.

  3. 3. Penguatan rupiah masih berlangsung terbatas

    Meski demikian, sentimen positif tersebut berpotensi tertahan oleh meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi juga menjadi perhatian pasar.

    Menurut Lukman, kondisi tersebut dapat membatasi penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More