Rupiah Perkasa Seharian, Ditutup ke Level Rp17.679 per Dolar AS

- Rupiah ditutup menguat 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.679 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore.
- Penguatan rupiah sejalan dengan pelemahan dolar AS setelah data ADP menunjukkan penambahan 38.000 pekerja swasta AS pada Agustus, di bawah ekspektasi 47.000.
- Penguatan rupiah berpotensi terbatas akibat eskalasi Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, meski mayoritas mata uang Asia turut menguat.
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia sore ini
Pada penutupan perdagangan, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, ini daftarnya:
Rupee India menguat 0,50 persen
Bath Thailand menguat 0,21 persen
Pesso Filipina menguat 0,04 persen
Won Korea menguat 1,79 persen
Yen Jepang menguat 1,68 persen
2. Data pekerja swasta di AS di bawah ekspektasi
Analis Lukman Leong mengatakan, rupiah menguat karena dolar AS yang melemah akibat data pekerjaan sektor swasta AS atau ADP menunjukkan hasil yang lebih lemah.
Menurut laporan ADP yang dirilis Rabu (2/9/2026), perusahaan-perusahaan swasta AS menambah 38.000 pekerja pada Agustus. Angka tersebut berada di bawah tambahan 46.000 pekerjaan pada Juli setelah direvisi naik, sekaligus lebih rendah dari konsensus Dow Jones sebesar 47.000.
3. Penguatan rupiah masih berlangsung terbatas
Meski demikian, sentimen positif tersebut berpotensi tertahan oleh meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi juga menjadi perhatian pasar.
Menurut Lukman, kondisi tersebut dapat membatasi penguatan rupiah terhadap dolar AS.




















