Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nvidia Akuisisi Hugging Face Senilai 12,93 Miliar Dolar AS

Nvidia Akuisisi Hugging Face Senilai 12,93 Miliar Dolar AS
ilustrasi logo Nvidia (pexels.com/UMA media)
  • Nvidia menyepakati akuisisi Hugging Face senilai 12,93 miliar dolar AS, dengan 11,9 miliar dolar untuk pemegang saham dan 1 miliar dolar bagi karyawan yang bergabung.
  • Transaksi yang ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun depan bertujuan memperluas skala dan infrastruktur Hugging Face serta akses AI terbuka secara global.
  • Hugging Face tetap beroperasi terbuka, membebaskan pengembang memilih teknologi; merek dan timnya dipertahankan, sementara analis menilai langkah ini memperkuat posisi Nvidia di ekosistem open-source.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Raksasa teknologi Nvidia secara resmi menyepakati transaksi akuisisi terhadap platform repositori model akal imitasi (AI) terbuka Hugging Face senilai 12,93 miliar dolar AS atau setara Rp228,67 triliun (kurs Rp17.685). Langkah besar ini diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Nvidia, Jensen Huang, pada Kamis (3/9/2026).

Akuisisi ini dilakukan untuk memperluas skala platform Hugging Face, memperkuat infrastrukturnya, serta memperluas akses teknologi AI terbuka bagi para pengembang dan lembaga di seluruh dunia. Melalui kesepakatan bernilai fantastis tersebut, Nvidia akan mengucurkan dana sebesar 11,9 miliar dolar AS atau setara Rp210,45 triliun untuk para pemegang saham dan 1,0 miliar dolar AS atau setara Rp17,68 triliun untuk karyawan yang bergabung.

  1. 1. Rincian alokasi dana akuisisi pemegang saham dan karyawan Hugging Face

    ilustrasi mata uang dolar AS
    ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/John Guccione www.advergroup.com)

    Dilansir Morningstar, transaksi akuisisi ini mencakup pembayaran sekitar 11,9 miliar dolar AS atau setara Rp210,45 triliun kepada para pemegang saham Hugging Face. Selain itu, Nvidia mengalokasikan dana sekitar 1,0 miliar dolar AS atau setara Rp17,68 triliun bagi para karyawan Hugging Face yang bergabung ke perusahaan cip tersebut. Transaksi ini diperkirakan rampung secara resmi pada paruh pertama tahun depan.

    Nilai kesepakatan ini melonjak signifikan jika dibandingkan dengan valuasi pasar swasta Hugging Face pada 2023 yang mencapai 4,5 miliar dolar AS atau setara Rp79,58 triliun. Laporan mengenai rencana kesepakatan ini sebenarnya telah beredar sejak pekan lalu sehingga pengumuman resminya sudah diantisipasi oleh para investor. Saham Nvidia sendiri sempat mengalami penurunan tipis pada perdagangan pra-pasar saat pengumuman dirilis.

  2. 2. Hugging Face tetap jadi platform terbuka bagi seluruh pengembang

    ilustrasi logo Hugging Face
    ilustrasi logo Hugging Face (Jernej Furman from Slovenia, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Dilansir dari blog resmi Nvidia, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa Hugging Face akan tetap beroperasi sebagai platform terbuka bagi seluruh ekosistem AI. Para pengembang tetap bebas memilih model, kerangka kerja (framework), layanan cloud, penyedia inference, hingga platform komputasi yang mereka inginkan. Pengembang juga tidak diwajibkan menggunakan sistem komputasi Nvidia untuk membangun atau menyebarkan model di platform tersebut.

    Hugging Face saat ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator di seluruh dunia. Platform ini memuat lebih dari 3 juta model, 500.000 dataset, serta 1 juta aplikasi AI. Selain itu, terdapat lebih dari 200.000 perusahaan yang memanfaatkan platform ini untuk menemukan, mengevaluasi, menyesuaikan, dan menerapkan teknologi AI.

    Huang menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan mendorong kemajuan teknologi secara bersama-sama. "Bersama-sama, kita akan memperluas skala platform Hugging Face, memperkuat infrastrukturnya, dan memperluas akses ke AI bagi para pengembang dan lembaga di seluruh dunia," ungkap Huang.

    "Model terbuka memungkinkan startup, bisnis, universitas, dan lembaga publik membangun kemampuan canggih tanpa melatih setiap model dari awal," tulis Huang dalam unggahan blog resminya.

    Nvidia sendiri tercatat telah menyumbangkan lebih dari 500 model terbuka dan 250 dataset terbuka ke platform Hugging Face.

  3. 3. Analis sebut akuisisi ini mirip langkah Microsoft terhadap GitHub

    ilustrasi logo Microsoft
    ilustrasi logo Microsoft (pexels.com/Angel Bena)

    Analis dari perusahaan riset D.A. Davidson, Gil Luria, menyebut akuisisi ini memberikan Nvidia akses ke salah satu aset paling penting di pasar AI. Luria menilai peran Hugging Face sangat mirip dengan GitHub, platform berbagi kode sumber yang diakuisisi oleh perusahaan teknologi Microsoft pada 2018. Menurutnya, kesepakatan ini mengukuhkan posisi Nvidia dalam lanskap teknologi open-source yang kian populer karena menawarkan biaya pengembangan lebih murah.

    Luria juga memberikan catatan mengenai dampak penguasaan platform repositori utama oleh perusahaan teknologi raksasa.

    "Salah satu pelajaran dari akuisisi GitHub adalah membiarkan platform terintegrasi besar menguasai repositori penting akan menempatkan pihak lain dalam posisi yang dirugikan," ujar Luria dalam catatan untuk kliennya.

    Kendati demikian, merek ikonik Hugging Face dipastikan tetap dipertahankan bersama tim pengembangnya di bawah naungan Nvidia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More