Jakarta, IDN Times – Kenaikan harga minyak mentah dunia kembali terjadi seiring munculnya risiko geopolitik baru di Timur Tengah yang membayangi pasar keuangan global. Berdasarkan laporan Anadolu Agency, kontrak berjangka minyak mentah Brent diperdagangkan di level 80,11 dolar AS (setara Rp1,4 juta) per barel pada Jumat (19/6/2026) pukul 07.00 GMT.
Kenaikan tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi batalnya agenda pembicaraan antara AS dan Iran di Burgenstock. Pembatalan terjadi setelah Gedung Putih mengumumkan Wakil Presiden JD Vance tak jadi berangkat, sementara pengaturan teknis dengan pihak Iran belum rampung.
