Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

OpenAI Pilih Singapura untuk Lab AI Terapan Pertama di Luar AS

OpenAI Pilih Singapura untuk Lab AI Terapan Pertama di Luar AS
OpenAI (unsplash.com/Andrew Neel)
Intinya Sih
  • OpenAI membuka laboratorium AI terapan pertama di luar AS, berlokasi di Singapura, dengan investasi lebih dari 300 juta dolar Singapura untuk memperkuat pengembangan teknologi AI di Asia.
  • Perusahaan akan merekrut lebih dari 200 ahli AI dan meluncurkan program pelatihan serta kolaborasi pendidikan guna memperluas akses dan pemanfaatan teknologi bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal.
  • Pemerintah Singapura melihat kemitraan ini sebagai strategi menghadapi transformasi ekonomi digital global, memanfaatkan konektivitas internasional dan reputasi kuat dalam adopsi teknologi cerdas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - OpenAI resmi membuka laboratorium akal imitasi (AI) terapan pertamanya di luar Amerika Serikat (AS), yang berlokasi di Singapura. Pembukaan fasilitas ini merupakan bagian dari nilai investasi perusahaan sebesar lebih dari 300 juta dolar Singapura (Rp4,14 triliun) untuk mengembangkan teknologi AI di kawasan Asia.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi (MDDI) Singapura. Kehadiran laboratorium baru ini menjadi inti dari nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Singapura dan OpenAI melalui inisiatif bertajuk "OpenAI for Singapore", yang bertujuan mendorong pemanfaatan AI pada sektor layanan publik, keuangan, dan kesehatan.

Table of Content

1. Fokus rekrutmen ratusan tenaga ahli AI

1. Fokus rekrutmen ratusan tenaga ahli AI

OpenAI Pilih Singapura untuk Lab AI Terapan Pertama di Luar AS
Potret patung Merlion di Singapura (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Dalam beberapa tahun ke depan, OpenAI berencana membuka lebih dari 200 posisi pekerjaan untuk teknisi dan spesialis AI di Singapura. Perekrutan ini akan dipusatkan pada posisi forward-deployed engineers, yakni teknisi yang bertugas bekerja secara langsung dengan klien untuk menerapkan model AI dalam kegiatan operasional bisnis.

Selain itu, fasilitas ini juga akan menyediakan program pelatihan khusus bagi pengembang perangkat lunak agar dapat membangun sistem AI yang sesuai dengan kebutuhan industri nyata.

"Ada banyak tenaga kerja kompeten di sini. Lingkungan Singapura yang progresif dan tingginya minat pada produk AI menjadikan negara ini sebagai lokasi investasi yang strategis," kata Chief Revenue Officer OpenAI, Denise Dresser, dilansir The Business Times.

2. Program edukasi dan perluasan akses teknologi bagi masyarakat

OpenAI Pilih Singapura untuk Lab AI Terapan Pertama di Luar AS
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (pixabay.com/Alexandra_Koch)

Perjanjian kerja sama ini juga menitikberatkan pada pengembangan talenta lokal melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di Singapura. OpenAI dijadwalkan akan menggelar berbagai lokakarya, kompetisi pemrograman atau hackathon "Codex for Teachers", serta program OpenAI Academy untuk memastikan teknologi ini dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Di samping itu, inisiatif ini menargetkan perluasan akses teknologi bagi masyarakat umum, pengusaha, dan perusahaan rintisan (startup). Langkah konkretnya mencakup penyediaan dukungan untuk aplikasi layanan publik serta program pelatihan khusus bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

"Melalui OpenAI for Singapore, kami ingin membantu lebih banyak pihak memanfaatkan AI, mendukung pengembangan talenta lokal, dan memperluas penggunaan teknologi ini ke berbagai lapisan masyarakat," ujar Denise Dresser.

3. Strategi Singapura menghadapi transformasi ekonomi digital

OpenAI Pilih Singapura untuk Lab AI Terapan Pertama di Luar AS
ilustrasi ekonomi digital (pexels.com/iam hogir)

Pemerintah Singapura menjadikan kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk merespons perubahan struktur ekonomi global yang makin bergantung pada teknologi cerdas. Menteri Pembangunan Digital dan Informasi, Josephine Teo, menjelaskan bahwa daya tarik negaranya bukan sekadar pada ukuran pasar domestik, melainkan pada konektivitas internasional dan rekam jejak yang baik dalam adopsi teknologi.

"Pasar di Singapura mungkin tidak cukup besar untuk menarik investasi sebesar ini. Namun, hal yang membuat kami menarik adalah jaringan global yang terhubung dengan kami dan bukti bahwa kami dapat dipercaya dalam menerapkan teknologi," kata Menteri Josephine Teo dalam acara Asia Tech X.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More