Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ABII Dorong Pengembangan Biochar Indonesia buat Tembus Pasar Global
Ketua Umum Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) Hashim Djojohadikusumo. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Hashim Djojohadikusumo menilai biochar dapat menjadi peluang pengembangan pertanian dan ekonomi karbon Indonesia.
  • ABII dan IDSurvey menyiapkan standar, laboratorium, pengujian mutu, serta sertifikasi untuk memperkuat kepercayaan pasar.
  • Ekosistem biochar meluas ke sedikitnya enam provinsi dan mulai menghubungkan pasar fisik dengan pasar karbon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (21/8/2026)

Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa biochar merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk pertanian dan ekonomi karbon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    ABII dan IDSurvey bekerja sama mengembangkan standar, laboratorium, pengujian mutu, dan sertifikasi biochar.
  • Who?
    ABII, IDSurvey, Hashim Djojohadikusumo, Phil Rickard, dan Arisudono Soerono terlibat dalam pengembangan biochar.
  • Where?
    Pengembangan biochar dilakukan di Indonesia untuk memenuhi pasar nasional dan internasional.
  • When?
    Hashim menyampaikan pandangannya dikutip Jumat (21/8/2026). Kerja sama ditandai dalam ABII Annual Member Gathering 2026.
  • Why?
    Kerja sama ditujukan memastikan kualitas biochar, meningkatkan kepercayaan pasar, dan mendukung daya saing di tingkat internasional.
  • How?
    ABII dan IDSurvey mengembangkan standar nasional, laboratorium, metode pengujian, pemantauan mutu, serta skema sertifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hashim bilang biochar dari Indonesia bisa dipakai untuk tanah dan dijual ke banyak negara. ABII bekerja dengan IDSurvey supaya biochar punya aturan, diuji di laboratorium, dan bisa diberi sertifikat. Sekarang tempat membuat biochar bertambah di enam provinsi, dan mereka ingin kualitasnya dipercaya pembeli.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kolaborasi ABII dan IDSurvey menunjukkan adanya upaya membangun mutu biochar secara lebih terukur melalui standar, laboratorium, pengujian, dan sertifikasi. Penguatan infrastruktur tersebut dapat mendukung kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia, sementara perluasan fasilitas produksi dan keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan ekosistem biochar yang semakin berkembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) Hashim Djojohadikusumo melihat pengembangan biochar sebagai peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi karbon, tidak hanya sebagai bagian dari upaya lingkungan.

"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata," katanya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Hashim mengatakan, permintaan terhadap biochar saat ini tinggi, tetapi hanya sedikit negara yang mampu memasoknya. Konsumen dan perusahaan Jepang disebut tertarik membeli biochar Indonesia. Arab Saudi juga disebut membutuhkan biochar untuk mendukung rencana penanaman miliaran pohon di wilayah gurun yang memiliki iklim sangat kering.

Menurut Hashim, biochar dibutuhkan dalam kondisi tersebut karena dapat membantu retensi kelembapan. Dia menilai kemampuan memenuhi standar kualitas menjadi hal penting agar biochar Indonesia dapat dipercaya pembeli.

"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas baik," ujarnya.

1. ABII gandeng IDSurvey kembangkan standar biochar

ilustrasi biochar (unsplash.com/Adrien Olichon)

ABII menggandeng IDSurvey untuk memastikan produk biochar memenuhi standar, terutama dari sisi kualitas dan kepercayaan pasar. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ABII Annual Member Gathering 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Advancing Indonesia's Biochar Carbon Removal & Climate-Smart Agriculture" itu mempertemukan pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, mitra internasional, dan anggota ABII untuk membahas pengembangan biochar, carbon removal, serta pertanian cerdas iklim di Indonesia.

Kerja sama ABII dan IDSurvey mencakup pengembangan standar biochar nasional, pembangunan laboratorium biochar bertaraf internasional, penguatan sistem pengujian dan pemantauan mutu, serta pengembangan skema sertifikasi. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas biochar Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

2. Produksi biochar meluas ke enam provinsi

ilustrasi biochar (pexels.com/id-id/pixabay)

ABII mencatat perkembangan ekosistem biochar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Biochar yang sebelumnya masih berada pada tahap riset dan proyek percontohan kini melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan pengguna.

Perkembangan tersebut juga mulai menghubungkan pasar biochar fisik dengan pasar karbon. Jumlah fasilitas produksi terus bertambah dan telah berkembang ke sedikitnya enam provinsi baru.

Executive Director ABII Phil Rickard mengatakan perkembangan tersebut berlangsung melalui keterlibatan pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan anggota ABII. Menurut dia, biochar telah bergerak dari teknologi menjadi industri dan mulai berkembang menjadi ekosistem.

"Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan seluruh anggota ABII, kami percaya Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin biochar dan carbon removal di tingkat global," kata Phil.

Di sektor pertanian, ABII mendorong penggunaan biochar melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Climate-Smart Agriculture. Penerapannya antara lain dengan mengintegrasikan biochar dan praktik Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi emisi metana.

ABII juga mendukung penyusunan roadmap biochar nasional, pemetaan industri, pengembangan metodologi proyek, serta penerapan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai bagian dari tata kelola karbon Indonesia. Phil menyebut kerja sama dengan IDSurvey berkaitan dengan penguatan infrastruktur mutu biochar agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

3. IDSurvey siapkan laboratorium dan sertifikasi

ilustrasi biochar (pixabay.com/mommyandlove)

Direktur Utama IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan pengembangan industri biochar tidak cukup hanya dengan meningkatkan kapasitas produksi. Industri tersebut juga membutuhkan kualitas yang konsisten, metode pengujian yang dapat dibandingkan, serta standar yang dipercaya pasar global.

"IDSurvey menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat infrastruktur mutu biochar Indonesia. Pengembangan laboratorium dan standar nasional yang kredibel akan meningkatkan kepercayaan pasar serta mendukung daya saing biochar Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.

Menurut Arisudono, pengembangan laboratorium dan standar nasional diperlukan untuk meningkatkan kualitas serta kepercayaan terhadap biochar Indonesia. Dia mengatakan, kebutuhan tersebut memerlukan kerja sama pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, asosiasi, serta lembaga yang dapat memastikan kualitas, kepatuhan terhadap standar, dan keberlanjutan produk.

"Ke depan, perkembangan kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan pasar karbon akan semakin memperkuat hubungan antara agenda lingkungan dan kegiatan ekonomi," kata dia.

Sebagai holding BUMN di bidang pemastian atau Testing, Inspection, and Certification (TIC) serta Classification & Statutory, IDSurvey Group terdiri atas Biro Klasifikasi Indonesia, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia. Menurut Arisudono, kelompok usaha tersebut memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan pengembangan industri biochar.

4. Bidik Pengakuan World Biochar Certification

ilustrasi sertifikat (freepik.com/rawpixel.com)

Dukungan awal IDSurvey mencakup pengembangan kemampuan dan fasilitas laboratorium, penguatan metode pengujian dan standardisasi, konsultansi dan lembaga validasi verifikasi proyek karbon, serta pengembangan skema sertifikasi dan kompetensi teknis.

"Bersama ABII, IDSurvey berkomitmen mempersiapkan kapabilitas laboratorium dan skema sertifikasi untuk memperoleh endorsement dari World Biochar Certification (WBC)," ujar Arisudono.

Menurut dia, endorsement WBC diharapkan memperkuat kredibilitas hasil pengujian dan memberikan keyakinan terhadap kualitas biochar dalam setiap transaksi, terutama di pasar global. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung perdagangan biochar yang lebih terjamin.

"Pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri biochar nasional," katanya.

Melalui ABII Annual Member Gathering 2026, ABII berharap kolaborasi antara pemerintah, BUMN, industri, akademisi, dan mitra internasional semakin berkembang untuk mempercepat pengembangan biochar di Indonesia. ABII juga menyebut dukungan kebijakan nasional, penguatan standar, pembangunan laboratorium, serta perkembangan proyek biochar dan carbon removal dapat membuka peluang bagi Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan biochar dan ekonomi karbon di kawasan Asia Pasifik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article