Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) Hashim Djojohadikusumo melihat pengembangan biochar sebagai peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi karbon, tidak hanya sebagai bagian dari upaya lingkungan.
"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata," katanya, dikutip Jumat (21/8/2026).
Hashim mengatakan, permintaan terhadap biochar saat ini tinggi, tetapi hanya sedikit negara yang mampu memasoknya. Konsumen dan perusahaan Jepang disebut tertarik membeli biochar Indonesia. Arab Saudi juga disebut membutuhkan biochar untuk mendukung rencana penanaman miliaran pohon di wilayah gurun yang memiliki iklim sangat kering.
Menurut Hashim, biochar dibutuhkan dalam kondisi tersebut karena dapat membantu retensi kelembapan. Dia menilai kemampuan memenuhi standar kualitas menjadi hal penting agar biochar Indonesia dapat dipercaya pembeli.
"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas baik," ujarnya.
