IHSG Sesi I Ambruk 7,34 Persen ke Level 8.321

- IHSG ditutup anjlok 7 persen lebih pada sesi I perdagangan hari ini
- MSCI umumkan pembekuan sementara indeks saham-saham Indonesia
Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (28/1/2026) anjlok lebih dari 7 persen. Anjloknya IHSG siang ini dampak dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
Mengenai MSCI, Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi mengatakan, pihaknya bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI.
"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia," kata Kautsar, Rabu (28/1/2026).
1. BEI berupaya meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI

BEI, sambung Kautsar, memahami pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor. Oleh karena itu, BEI dan SRO lainnya serta OJK berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.
"Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global," tutur Kautsar.
Kausar menambahkan, sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
2. MSCI umumkan pembekuan sementara indeks saham-saham Indonesia

Untuk diketahui dalam pengumuman terbarunya, MSCI menyampaikan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran atas isu free float dan aksesibilitas pasar.
Dalam pengumuman yang dirilis Selasa (27/1) malam waktu GMT, MSCI menyatakan telah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Kendati terdapat sejumlah perbaikan minor dari BEI, MSCI menilai langkah tersebut belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor global.
Sebagai langkah mitigasi risiko, MSCI menerapkan interim freeze yang berlaku segera. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham Indonesia di seluruh segmen indeks.
"Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga aspek investability," tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1).
MSCI juga membuka kemungkinan langkah lanjutan yang lebih ekstrem apabila tidak ada perbaikan signifikan dalam aspek transparansi dan akses pasar. Opsi tersebut mencakup pengurangan bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets hingga potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
3. IHSG ditutup anjlok 7 persen lebih pada sesi I

Pengumuman dari MSCI tersebut lantas membuat IHSG kebakaran hari ini. IHSG ditutup melemah hingga 659,01 poin atau minus 7,34 persen ke level 8.321 pada perdagangan sesi I siang ini.
Smentara IHSG dibuka pada level 8.393,51 pada perdagangan pagi ini. Level tertinggi IHSG hari ada pada posisi 8.596,17 dan level terendahnya pada level 8.269,14. Sebanyak 30 saham mengalami penguatan, 764 saham melemah, dan 10 saham tidak mengalami perubahan.

















