Jakarta, IDN Times - Dana Moneter Internasional (IMF) resmi menyatakan komitmennya untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan keuangan akibat perang di Timur Tengah pada Jumat (6/3/2026). Langkah ini diambil setelah konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mengganggu pasokan energi dunia. Gangguan tersebut menyebabkan harga minyak mentah dan gas alam cair melonjak drastis di pasar internasional secara mendadak.
IMF memperkirakan ketidakpastian politik dunia akan memaksa banyak negara berpendapatan rendah dan menengah untuk mencari bantuan dana. Pinjaman ini bertujuan untuk menutup kekurangan kas negara yang membengkak karena mahalnya biaya impor energi yang tidak terkendali. Melalui bantuan teknis dan finansial ini, IMF berharap negara-negara tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi mereka di tengah krisis yang sedang berlangsung.
