Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kajian Awal 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp239 T Selesai Juli Ini

Kajian Awal 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp239 T Selesai Juli Ini
Ilustrasi proyek hilirisasi. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Kementerian ESDM menargetkan penyusunan kajian awal 13 proyek hilirisasi baru senilai besar rampung pada akhir Juli 2026, dengan proses finalisasi dokumen pra-FS masih berlangsung.
  • Total nilai investasi dari 13 proyek hilirisasi tersebut mencapai sekitar Rp239 triliun, dan pemerintah tengah mematangkan detail operasionalnya untuk segera difinalisasi.
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar pengelolaan sumber daya alam berfokus pada kepentingan nasional demi menjaga aset strategis negara dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyusunan kajian awal atau pre-feasibility study (pra-FS) untuk 13 proyek hilirisasi baru, rampung pada akhir Juli 2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pihaknya masih memfinalisasi dokumen pra-FS untuk 13 proyek tersebut. Setelah proses itu selesai, tindak lanjut pengembangannya akan bergantung pada Danantara.

"Iya, itu, kita kan bikin pra-FS nya ya. Nah itu kan harus segera kita rampungkan. (Targetnya) mudah-mudahan akhir-akhir Juli lah ya," kata dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

1. Finalisasi kajian awal masih berlangsung

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)
Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)

Erani menjelaskan, belum ada perkembangan baru yang dapat disampaikan dari Satgas Hilirisasi. Menurut dia, fokus Kementerian ESDM saat ini adalah merampungkan kajian awal terhadap 13 proyek yang telah disiapkan pemerintah.

"Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu pra-FS nya," ujar mantan Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang Ekonomi tersebut.

2. Nilai investasi 13 proyek mencapai Rp239 triliun

ilustrasi investasi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi investasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia sebelumnya melaporkan adanya penambahan 13 item baru dalam program hilirisasi nasional. Total nilai investasinya diproyeksikan menyentuh angka Rp239 triliun.

​Rencana finalisasi proyek tersebut disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026). Dia mengatakan, pemerintah tengah mematangkan detail operasionalnya dalam waktu dekat.

"Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

3. Presiden minta kepentingan nasional menjadi prioritas

WhatsApp Image 2026-04-30 at 11.46.54 AM (1).jpeg
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun (dok. Pertamina)

Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar pengelolaan kekayaan alam selalu mengedepankan kepentingan nasional. Alhasil, sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dijaga ketat sebagai aset strategis negara.

​Prabowo menginstruksikan agar seluruh pengelolaan sektor mineral diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Hal itu bertujuan agar kekayaan alam yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kedaulatan ekonomi bangsa.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara," kata Bahlil.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More