Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Hawkish dan Dovish? Cek Cara Membaca Sinyalnya bagi Investor

Apa Itu Hawkish dan Dovish? Cek Cara Membaca Sinyalnya bagi Investor
ilustrasi apa itu hawkish dan dovish (pexels.com/Burak The Weekender)
Intinya Sih
  • Hawkish adalah kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga, yang dapat memperkuat mata uang namun berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.
  • Dovish merupakan kebijakan longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, biasanya melemahkan mata uang tetapi meningkatkan minat pada aset berisiko.
  • Kebijakan hawkish dan dovish memengaruhi saham, obligasi, serta nilai tukar; investor perlu memantau sinyal dari bank sentral dan data ekonomi agar keputusan investasi lebih tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Apa itu hawkish dan dovish? Dalam perdagangan forex, istilah "hawkish" dan "dovish" biasa digunakan untuk menggambarkan sentimen dan tindakan bank sentral serta pembuat kebijakan yang dapat memengaruhi pasar mata uang.

Hawkish sendiri merupakan kebijakan bank sentral yang berfokus pada penekanan tingkat inflasi, meski terkadang mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, dovish merupakan kebijakan bank sentral yang fokusnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, daripada mengendalikan inflasi.

Memahami kedua kebijakan ini sangat penting, terutama bagi investor yang ingin membaca arah pasar. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Table of Content

1. Apa Itu kebijakan hawkish?

1. Apa Itu kebijakan hawkish?

Grafik candlestick berwarna merah dan hijau pada layar komputer yang menampilkan pergerakan harga pasar keuangan.
ilustrasi hawkish (pexels.com/AlphaTradeZone)

Hawkish adalah sikap yang diambil oleh bank sentral dan biasanya lebih ketat dalam mengendalikan inflasi, dengan cara menaikkan suku bunga dan mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga agar tingkat inflasi tidak meningkat terlalu tajam.

Dalam situasi tertentu, bank sentral kadang bersikap hawkish, yang berarti lebih agresif dalam menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi. Langkah ini bertujuan untuk membantu menjaga harga supaya tetap stabil, meski pertumbuhan ekonomi bisa sedikit melambat, sehingga dampaknya pada pasar forex adalah kekuatan mata uang, permintaan terhadap mata uang meningkat, serta penghindaran risiko akibat kenaikan suku bunga.

2. Apa itu kebijakan dovish

Laptop menampilkan grafik perdagangan saham di meja kerja dengan layar monitor besar, jam dunia, lilin, dan gelas air di sekitarnya.
ilustrasi apa itu dovish (pexels.com/AlphaTradeZone)

Dovish adalah sikap bank sentral yang lebih longgar dan berfokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara menurunkan suku bunga atau melonggarkan kebijakan moneter. Strategi ini biasanya diambil pada saat ekonomi sedang melambat atau menghadapi risiko resesi.

Saat ekonomi melambat atau risiko resesi meningkat, bank sentral cenderung bersikap dovish dengan menurunkan suku bunga. Tujuannya untuk mendorong aktivitas ekonomi dan membantu pertumbuhan tetap berjalan, sehingga dampaknya terhadap pasar forex adalah depresiasi mata uang, sentimen pasar, atau penurunan minat terhadap mata uang, berpotensi menguntungkan aset-aset berisiko serta berpotensi melemahkan mata uang safe-haven.

3. Bagaimana hawkish dan dovish memengaruhi instrumen keuangan?

Laptop menampilkan grafik perdagangan dengan ponsel kalkulator di atasnya, disertai uang kertas euro dan koin bitcoin di sampingnya.
ilustrasi hawkish dan dovish (pexels.com/Alesia Kozik)

Kebijakan hawkish dan dovish memengaruhi banyak instrumen keuangan, dan memahaminya membantu investor mengambil keputusan yang lebih tepat. Yuk simak dampaknya!

1. Saham

  • Hawkish: Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal, dapat menekan laba perusahaan, dan bisa menurunkan harga saham, terutama di sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
  • Dovish: Suku bunga rendah mendorong investasi dan konsumsi, dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, dan biasanya membuat harga saham cenderung naik.

2. Obligasi

  • Hawkish: Kenaikan suku bunga biasanya membuat harga obligasi turun karena investor lebih tertarik pada obligasi baru yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dan lebih menarik.
  • Dovish: Penurunan suku bunga cenderung membuat harga obligasi naik karena obligasi yang sudah ada menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dan lebih menarik daripada obligasi baru yang menawarkan imbal hasil yang lebih rendah.

4. Bagaimana mengetahui sinyal hawkish dan dovish dari bank sentral?

Grafik candlestick berwarna di layar tablet di atas meja kerja dengan pencahayaan neon biru dan merah di latar belakang.
ilustrasi hawkish dan dovish (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Dengan mengikuti perkembangan bank sentral dan kondisi ekonomi, kamu dapat mengenali sinyal hawkish maupun dovish lebih awal. Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan investasi atau trading dengan lebih tepat.

Selain itu, penting untuk memperhatikan pernyataan resmi dari bank sentral, seperti pengumuman resmi suku bunga maupun pidato pejabatnya. Dari pernyataan tersebut, kamu dapat memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter yang akan diambil ke depannya.

Jangan lupa juga untuk selalu memantau data ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran. Inflasi yang tinggi biasanya mengarah pada kebijakan hawkish, sedangkan perlambatan ekonomi atau meningkatnya pengangguran cenderung mendorong kebijakan dovish.

Itulah penjelasan mengenai apa itu hawkish dan dovish beserta dampak dan cara membaca sinyalnya bagi para investor. Dengan memahami hawkish dan dovish, kamu dapat lebih mudah membaca arah pasar, termasuk pergerakan mata uang di pasar investasi forex.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More