Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Impor Indonesia Tembus 86,51 Miliar hingga April 2026
Ilustrasi impor. (Dok. Kemenkeu)
  • Nilai impor Indonesia Januari–April 2026 mencapai 86,51 miliar dolar AS, naik 13,40 persen dari tahun sebelumnya dengan peningkatan pada sektor migas dan nonmigas.
  • Kenaikan impor didorong lonjakan bahan baku dan barang penolong senilai 61,82 miliar dolar AS serta pertumbuhan signifikan pada komoditas mesin, perlengkapan elektrik, dan produk kimia.
  • China menjadi pemasok terbesar dengan nilai impor 30,79 miliar dolar AS, sementara impor dari Jepang turun 18,88 persen dan Australia mencatat lonjakan hingga 314,13 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari–April 2026 mencapai 86,51 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan impor terjadi pada kelompok migas maupun nonmigas. Lonjakan terbesar ditopang meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penolong untuk mendukung aktivitas industri dalam negeri.

"Sepanjang Januari-April 2026, nilai impor mencapai 86,51 miliar dolar AS atau naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor migas tercatat sebesar 12,93 miliar dolar AS atau meningkat 17,58 persen, sedangkan impor nonmigas mencapai 73,58 miliar dolar AS atau naik 12,70 persen," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam Konferensi BPS, Selasa (2/6/2026).

1. Impor bahan baku jadi mesin utama kenaikan impor nasional

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini. (IDN Times/Triyan)

BPS mencatat peningkatan impor terjadi pada seluruh kelompok penggunaan barang. Namun, kontribusi terbesar berasal dari impor bahan baku dan barang penolong.

Nilai impor kelompok ini mencapai 61,82 miliar dolar AS, tumbuh 11,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap kenaikan impor nasional mencapai 8,47 persen.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh naiknya impor bahan bakar mineral (HS 27), mesin dan perlengkapan elektrik beserta komponennya (HS 85), serta berbagai produk kimia (HS 38).

"Dari sisi negara dan kawasan asal, kenaikan impor terjadi pada barang yang berasal dari China, Australia, kawasan ASEAN, dan kawasan Uni Eropa. Sementara itu, impor dari Jepang tercatat mengalami penurunan," bebernya.

2. Impor April 2026 melonjak 22,49 persen, tembus 25,21 miliar dolar AS

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)

Secara bulanan, nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai 25,21 miliar dolar AS. Nilai tersebut melonjak 22,49 persen dibandingkan April 2025.

Impor migas mencapai 4,60 miliar dolar AS, naik tajam 82,52 persen secara tahunan. Adapun impor nonmigas sebesar 20,62 miliar dolar AS atau meningkat 14,11 persen.

Menurut Pudji, kenaikan impor April 2026 terutama ditopang sektor nonmigas yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 12,39 persen terhadap total kenaikan impor.

Jika dilihat berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kategori impor mengalami pertumbuhan. Impor barang konsumsi naik 42,90 persen, impor barang modal tumbuh 5,64 persen, sedangkan impor bahan baku dan barang penolong melonjak 24,56 persen dengan kontribusi terbesar, yakni 17,86 persen.

BPS juga mencatat tiga komoditas nonmigas yang paling banyak diimpor sepanjang Januari-April 2026, yaitu mesin atau peralatan mekanis (HS 84), mesin atau perlengkapan elektrik (HS 85), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39).

"Ketiga kelompok komoditas tersebut menyumbang sekitar 37,37 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Selain itu, nilai dan volume impornya juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.

3. Impor dari China capai 30,79 miliar dolar AS, Jepang justru turun

ilustrasi impor (dok.istimewa)

BPS mencatat impor mesin atau peralatan mekanis mencapai 12,67 miliar dolar AS dengan volume 1,56 juta ton sepanjang Januari-April 2026.

Sementara itu, impor mesin atau perlengkapan elektrik tercatat sebesar 11,12 miliar dolar AS dengan volume 870 ribu ton. Adapun impor plastik dan barang dari plastik mencapai 3,71 miliar dolar AS dengan volume 2,34 juta ton.

Dari sisi negara asal, tiga pemasok terbesar impor nonmigas Indonesia adalah China, Jepang, dan Australia. Ketiganya menyumbang sekitar 53,12 persen terhadap total impor nonmigas nasional.

"Impor nonmigas dari China mencapai 30,79 miliar dolar AS dan didominasi oleh mesin atau peralatan mekanis (HS 84) dengan pangsa 22,49 persen serta tumbuh 19,27 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang tercatat sebesar 4,15 miliar dolar AS dan didominasi oleh mesin atau peralatan mekanis (HS 84) dengan pangsa 20,39 persen. Namun, nilai impor dari negara tersebut turun 18,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Sementara itu, impor nonmigas dari Australia mencapai 4,15 miliar dolar AS. Komoditas utama yang diimpor berasal dari kelompok logam mulia, perhiasan, dan batu permata (HS 71) dengan pangsa 33,54 persen.

"Adapun impor nonmigas dari Australia mencapai 4,15 miliar dolar AS dan didominasi oleh logam mulia serta perhiasan atau permata (HS 71) dengan pangsa 33,54 persen. Nilai impor dari Australia melonjak 314,13 persen secara tahunan," katanya.

Editorial Team

Related Article