ilustrasi lapangan pekerjaan (unsplash.com/Markus Winkler)
Perkiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang juga tetap optimistis pada seluruh tingkat pendidikan. Mayoritas kelompok pendidikan mencatat peningkatan indeks dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja meningkat pada kelompok usia 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan di atas 60 tahun dengan indeks masing-masing sebesar 129,6, 126,7, dan 119,3.
Sementara itu, ekspektasi terhadap perkembangan kegiatan usaha meningkat pada kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta, Rp2,1 juta-Rp3 juta, serta di atas Rp5 juta dengan indeks masing-masing sebesar 113,2, 119,1, dan 130,4. Mayoritas kelompok usia juga mencatat peningkatan optimisme terhadap prospek kegiatan usaha.
Survei Konsumen BI juga menunjukkan rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) mencapai 72,3 persen pada Mei 2026, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 72,1 persen.
Di sisi lain, proporsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang (debt installment to income ratio) meningkat menjadi 10,2 persen dari 9,7 persen pada April 2026.
Sebaliknya, proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) turun menjadi 17,5 persen dari 18,2 persen pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, porsi konsumsi terhadap pendapatan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta menjadi 76,7 persen dan kelompok Rp3,1 juta-Rp4 juta menjadi 72,2 persen. Sementara pada kelompok pengeluaran lainnya cenderung menurun.
Adapun porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta-Rp5 juta menjadi 10,7 persen dan kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta menjadi 12,8 persen.