Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis ke 123,0 per April

- Indeks Keyakinan Konsumen naik tipis ke 123,0 pada April 2026, menandakan optimisme masyarakat tetap terjaga berkat perbaikan kondisi ekonomi dan ekspektasi positif terhadap masa depan.
- Kelompok usia 20–30 tahun serta responden dengan pengeluaran di atas Rp4 juta menunjukkan optimisme tertinggi terhadap penghasilan dan lapangan kerja enam bulan ke depan.
- Rasio cicilan rumah tangga turun menjadi 9,7 persen sementara porsi tabungan naik ke 18,2 persen, mencerminkan kehati-hatian finansial dan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat.
Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia tetap berada di zona optimistis pada April 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik tipis menjadi 123,0 dari 122,9 pada bulan sebelumnya.
Kenaikan ini menandakan konsumsi rumah tangga masih terjaga di tengah dinamika ekonomi. Optimisme terutama ditopang oleh perbaikan kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi masyarakat terhadap masa depan.
“Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,4,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
1. Keyakinan konsumen naik, pengeluaran Rp4,1–Rp5 juta paling optimistis

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada April 2026 tetap berada di level optimistis di seluruh kategori. Penguatan paling terlihat pada kelompok menengah ke atas.
Kenaikan IKK terutama terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp4,1 juta–Rp5 juta dan di atas Rp5 juta, masing-masing naik menjadi 127,6 dan 128,2.
Dari sisi usia, kelompok 20–30 tahun menjadi yang paling optimistis dengan indeks tertinggi sebesar 130,4.
Secara spasial, peningkatan IKK terbesar terjadi di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Sementara itu, penurunan tercatat di Medan, Mataram, dan Banjarmasin.
“Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat. Hal itu tercermin dari IKE April 2026 yang berada di level optimistis sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 115,4,” bebernya menegaskan.
Menurut Denny, kenaikan IKE didorong oleh meningkatnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG), yang masing-masing tercatat 108,8 dan 112,6. Keduanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) masih berada di level optimistis 128,1, meski sedikit turun dari 129,2 pada periode sebelumnya.
“Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi sebesar 138,4 pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta,” ujar Ramdan.
2. Anak muda usia 20–30 tahun paling optimistis soal ekonomi dan lapangan kerja

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan masih terjaga kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2026 sebesar 129,6, meski sedikit turun dari 130,4 pada bulan sebelumnya.
Optimisme tersebut ditopang oleh ekspektasi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan aktivitas usaha yang masing-masing berada di level 136,9, 127,7, dan 124,1.
“Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp3,1 juta–Rp4 juta, Rp4,1 juta–Rp5 juta, dan di atas Rp5 juta. Masing-masing kelompok mencatat indeks sebesar 134,6, 141,4, dan 141,1. Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks,” tegasnya.
Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi kembali dicatat oleh kelompok 20–30 tahun, yakni 141,0.
Ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja juga tetap berada di zona optimistis di seluruh tingkat pendidikan, meski sebagian besar mengalami koreksi tipis.
“Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja tercatat meningkat pada kelompok usia 20–30 tahun dan 51–60 tahun dengan masing-masing indeks sebesar 135,4 dan 129,0,” ujarnya.
3. Rasio cicilan warga turun pada April 2026, tabungan naik

Dari sisi perilaku konsumsi, terjadi perbaikan struktur keuangan rumah tangga pada April 2026. Rata-rata proporsi konsumsi masyarakat tercatat 72,1 persen, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 72,2 persen.
Sementara itu, rasio pembayaran cicilan atau utang turun menjadi 9,7 persen, dari sebelumnya 10,2 persen. Adapun porsi tabungan meningkat menjadi 18,2 persen dari 17,6 persen.
“Kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp1–2 juta tercatat memiliki proporsi konsumsi sebesar 74,6 persen, kelompok Rp3,1–4 juta sebesar 70,0 persen, dan kelompok dengan pengeluaran di atas Rp5 juta sebesar 69,9 persen,” ungkapnya.
Sebaliknya, sebagian kelompok lain justru mengalami kenaikan proporsi konsumsi terhadap pendapatan, menunjukkan adanya perbedaan pola belanja antarsegmen masyarakat.
Di sisi lain, penurunan rasio cicilan juga terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran, termasuk Rp2,1–3 juta (9,3 persen), Rp4,1–5 juta (10,3 persen), dan di atas Rp5 juta (10,9 persen).
Penurunan ini mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam mengelola utang sekaligus membaiknya kemampuan finansial rumah tangga, khususnya pada kelompok menengah ke atas.

![[QUIZ] Dari Zodiakmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240308/2150354467-0e529929d1bb3576b4087c8f48db7043.jpg)


![[QUIZ] Tebak Nama Founder Brand Terkenal di Dunia, Yakin Jago?](https://image.idntimes.com/post/20260430/upload_6dafd095e4ed1c4e1cfe7bcd98a69a11_6a27463e-5aea-4fa7-86bb-4b2eef07c35b_watermarked_idntimes-3.jpg)

![[QUIZ] Cari Tahu Ide Bisnis yang Cocok dari Shio Kamu](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)










