- SMA turun menjadi 104,8 dari semula 107,9
- Akademi/Diploma menjadi 113,9 dari semula 111,7
- Sarjana menjadi 110,8 dari semula 113,5
- Pasca Sarjana menjadi 128,8 dari semula 101,7
Indeks Keyakinan Konsumen Maret Susut tapi Masih Zona Optimis

- Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2026 tercatat 122,9, turun dari Februari namun tetap di zona optimis berkat keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan enam bulan ke depan.
- Kelompok pengeluaran Rp4,1–Rp5 juta serta usia 20–30 tahun mencatat IKK tertinggi, sementara penurunan terjadi di banyak kota kecuali Bandung, Bandar Lampung, dan Samarinda.
- Meski ekspektasi konsumen enam bulan ke depan melemah, persepsi positif masih terlihat pada kelompok berpendidikan pascasarjana dan penghasilan menengah dengan indeks optimis di atas 120.
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 berada pada level optimis sebesar 122,9. Meski begitu, laju IKK terpantau lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 125,2.
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan 6 bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis, masing-masing pada 115,4 dan 130,4," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/4/2026).
1. Kelompok pengeluaran IKK tertinggi sebesar Rp4,1-Rp5 juta

Berdasarkan kelompok pengeluaran, IKK tertinggi tercatat pada kelompok Rp4,1 juta–Rp5 juta sebesar 125,7. Sementara itu, kelompok Rp1 juta–Rp2 juta mencatat IKK terendah sebesar 114,7, meski meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi usia, IKK tertinggi berada pada kelompok usia 20–30 tahun sebesar 129,6, namun turun dari posisi Februari yang mencapai 133,7. Adapun kelompok usia di atas 60 tahun mencatat peningkatan menjadi 109,8, meski masih menjadi yang terendah.
"Secara spasial, penurunan IKK terjadi di sebagian besar kota, terutama Pontianak, Surabaya, dan Padang. Sebaliknya, peningkatan tertinggi tercatat di Bandung, Bandar Lampung, dan Samarinda," tegasnya.
2. Persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan naik di jenjang pendidikan Pasca Sarjana

Sejalan dengan IKK, IKE juga menurun tipis dari 155,9 pada Februari menjadi 155,4 pada Maret 2026. Meski demikian, kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) ke level 129,2 dari 125,0 menopang tetap kuatnya persepsi konsumen.
Di sisi lain, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) masing-masing tercatat sebesar 107,8 dan 109,2, lebih rendah dari bulan sebelumnya.
"Persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini tetap kuat. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden berpendidikan pascasarjana mengalami peningkatan indeks menjadi sebesar 128,8, sedangkan tingkat pendidikan lainnya mengalami penurunan indeks," tegasnya.
Urutan indeks ketersediaan lapangan pekerjaan berdasarkan jenjang pendidikan dibandingkan Februari
3. Ekspektasi konsumen enam bulan kedepan turun

Sementara itu, ekspektasi konsumen enam bulan ke depan juga melemah. IEK Maret 2026 tercatat sebesar 130,4, turun dari 134,4 pada Februari. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya ekspektasi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5.
BI mencatat, ekspektasi penghasilan tetap optimistis di seluruh kelompok pengeluaran, dengan indeks tertinggi pada kelompok Rp4,1 juta–Rp5 juta sebesar 139,6.
Namun, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja menurun dari 131,7, dengan kenaikan hanya terjadi pada kelompok usia di atas 60 tahun sebesar 118,3. Ekspektasi kegiatan usaha juga turun dari 130,9 pada Februari menjadi 125,5 pada Maret 2026.


















