Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Dari total impor tersebut, Australia menyumbang 1,3 ton emas senilai 199,2 juta dolar AS atau sekitar 52,8 persen dari total nilai impor emas Indonesia. Setelah Australia, pemasok terbesar berikutnya adalah Hong Kong sebanyak 533 kilogram senilai 81,7 juta dolar AS, disusul Uni Emirat Arab sebanyak 240 kilogram senilai 36,4 juta dolar AS.
Di sisi lain, BPS mencatat harga emas dunia masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu meskipun dalam beberapa bulan terakhir mengalami koreksi. Pada April 2026, harga logam mulia di pasar global tercatat naik 58,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun secara bulanan, harga emas menunjukkan tren penurunan. BPS mencatat harga emas turun dari sekitar 5.019 dolar AS per troy ons pada Februari 2026 menjadi 4.587 dolar AS per troy ons pada Mei 2026.
"Jika melihat dinamika tiga bulan terakhir, harga emas memang mengalami tren penurunan, meskipun levelnya masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Pudji.