Jakarta, IDN Times - Industri keramik nasional menilai kenaikan harga gas dalam beberapa waktu terakhir telah mempengaruhi keberlangsungan usaha. Pasalnya, industri keramik sangat bergantung pada ketersediaan gas bumi yang stabil untuk menopang proses produksi.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto meminta pemerintah menjamin kelancaran pasokan energi serta kepastian harga gas agar momentum pertumbuhan sektor manufaktur tetap terjaga. Menurutnya, gas bumi menjadi faktor utama penopang daya saing industri keramik nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Urat nadi industri keramik ada di supply gas, industri keramik harus didukung dengan supply gas. Kenapa? Karena gas bagi industri keramik adalah energi yang tidak bisa disubstitusi. Mati hidup industri keramik ada di kelancaran supply gas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).
