Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Makanan hingga Bensin Pemicunya
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)
  • BPS mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,48 persen secara tahunan, menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen dari Februari ke Maret.
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau jadi penyumbang utama inflasi dengan andil terbesar berasal dari ikan segar, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi.
  • Seluruh komponen inflasi naik; volatile food memimpin dengan 1,58 persen, diikuti administered prices 0,31 persen dan komponen inti 0,13 persen akibat kenaikan harga bahan pangan dan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sedangkan secara tahunan terjadi inflasi 3,48 persen (year on year/yoy).

"Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,57 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026. Secara tahunan, terjadi inflasi 0,94 persen,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Konferensi Pers BPS, Rabu (1/4/2026).

1. Rincian kelompok pengeluaran penyumbang inflasi

Laju inflasi Maret 2026. (Dok/Istimewa).

Ateng mengatakan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah pada makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,07 persen. Sedangkan untuk makanan, minuman, tembakau ini juga memberikan andil sebesar 0,32 persen.

"Adapun komoditi yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu ikan segar, andilnya 0,06 persen, beras 0,03 persen, serta telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi masing-masing 0,02 persen;" ujarnya.

2. Bensin sumbang inflasi 0,04 persen

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, bensin turut menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen, disusul tarif angkutan antarkota sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, sejumlah komoditas masih menahan laju inflasi, di antaranya tarif angkutan udara dan emas perhiasan yang masing-masing mencatat andil deflasi sebesar 0,03 persen.

3. Seluruh komponen alami inflasi

ilustrasi inflasi (unsplash.com/@joa70)

Lebih lanjut, Ateng menjelaskan seluruh komponen penyusun inflasi mengalami kenaikan pada Maret 2026. Komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 1,58 persen dan andil 0,27 persen, terutama didorong kenaikan harga daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

Adapun komponen inti mencatat inflasi sebesar 0,13 persen dengan andil 0,08 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng serta nasi dengan lauk.

"Untuk komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan andil 0,06 persen, dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan antarkota, serta sigaret kretek mesin," ujarnya.

Editorial Team