- Bath Thailand menguat 0,09 persen
- Ringgit Malaysia menguat 0,04 persen
- Yuan China menguat 0,05 persen
- Rupee India menguat 0,26 persen
- Pesso Filipina menguat 0,38 persen
- Won Korea menguat 0,23 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,08 persen
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp18.073 per Dolar AS

- Rupiah ditutup menguat tipis 10 poin atau 0,06 persen ke level Rp18.073 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026.
- Mayoritas mata uang Asia turut menguat, termasuk peso Filipina 0,38 persen, rupee India 0,26 persen, dan won Korea 0,23 persen.
- Pasar menyoroti konsistensi kebijakan BI pascapengunduran diri Perry Warjiyo serta perkembangan eskalasi Timur Tengah setelah Iran meluncurkan rudal ke pasukan AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Rabu (29/7/2026) sore. Mata uang Garuda parkir di level 18.073 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Daftar mata uang di Asia yang menguat
Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat sore ini, rinciannya
2. Pasar respons komitmen BI tetap jaga stabilitas rupiah
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi momentum penting bagi bank sentral untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, siapa pun yang akan memimpin BI ke depan harus memastikan arah kebijakan moneter tetap konsisten sehingga tidak menimbulkan gejolak di pasar keuangan.
Ibrahim mengatakan, fokus utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi arah kebijakan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik, stabilitas rupiah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
"Pasar akan melihat apakah kebijakan Bank Indonesia tetap konsisten setelah adanya pergantian kepemimpinan. Yang paling penting adalah menjaga kredibilitas bank sentral agar kepercayaan investor tidak terganggu," ujar Ibrahim.
3. Pasar pantau perkembangan situasi Timur Tengah
Ibrahim menilai kesinambungan kebijakan menjadi faktor yang paling diperhatikan pelaku pasar setelah pergantian pucuk pimpinan BI. Oleh karena itu, komunikasi yang jelas mengenai arah kebijakan moneter dan komitmen menjaga stabilitas makroekonomi akan menjadi kunci dalam mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.
"Meskipun Komando Pusat AS menyatakan bahwa seluruh rudal berhasil dicegat, serangan ini menandai eskalasi baru setelah beberapa hari situasi relatif tenang, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa jeda diplomatik yang sempat terjadi bisa segera buyar," ujarnya.




















