Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Negara yang Bergantung Impor Minyak dari Timur Tengah
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel, memicu ancaman krisis energi global karena jalur ini menyalurkan 20 persen produksi minyak dunia.
  • Sekitar 84 persen minyak yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke pasar Asia, membuat negara seperti China, India, Korea Selatan, dan Jepang sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
  • China menjadi importir terbesar dengan 5,4 juta barel per hari, disusul India 2,1 juta barel, Korea Selatan 1,7 juta barel, dan Jepang 1,6 juta barel melalui jalur strategis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dunia tengah menghadapi ancaman krisis energi setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, sebagai balasan atas serangan udara masif Amerika Serikat (AS) dan Israel.

​Laporan dari U.S. Energy Information Administration (EIA), dilansir The Japan Times, menyebutkan sekitar 84 persen minyak yang melintasi jalur tersebut ditujukan ke pasar Asia.

Dengan terhentinya arus komoditas di koridor yang menyumbang 20 persen produksi global tersebut, ekonomi negara-negara besar seperti China, India, hingga Korea Selatan kini berada dalam posisi sangat rentan.

1. China

ilustrasi bendera China (pixabay.com/glaborde7)

China menjadi pembeli terbesar dengan total impor mencapai 5,4 juta barel minyak mentah per hari melalui Selat Hormuz pada awal tahun ini. EIA mencatat lebih dari separuh impor minyak Asia Timur diperkirakan melewati jalur tersebut.

Arab Saudi memegang peran krusial sebagai pemasok terbesar kedua bagi China dengan kontribusi 15 persen dari total impor, atau setara 1,6 juta barel per hari. Selain itu, data Kpler menyebutkan China menyerap lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran.

2. India

Ilustrasi bendera India berkibar. (unsplash.com/Parth Savani)

India mencatat ketergantungan tinggi dengan mengimpor 2,1 juta barel minyak mentah per hari via Hormuz. Pada awal 2025, sekitar 53 persen pasokan minyak India berasal dari Timur Tengah, terutama Irak dan Arab Saudi.

3. Korea Selatan

Ilustrasi Gambar Bendera Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)

Korea Selatan sangat rentan terhadap gangguan di Selat Hormuz karena sekitar 68 persen atau 1,7 juta barel impor minyak mentahnya setiap hari melewati koridor tersebut. Arab Saudi sendiri menyumbang sepertiga dari total kebutuhan minyak Negeri Ginseng.

4. Jepang

Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)

Jepang mengandalkan Selat Hormuz untuk mendatangkan 1,6 juta barel minyak mentah per hari. Secara keseluruhan, data bea cukai menunjukkan 95 persen impor minyak mentah Jepang pernah tercatat bersumber dari Timur Tengah.

Editorial Team