Jakarta, IDN Times - Dunia tengah menghadapi ancaman krisis energi setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, sebagai balasan atas serangan udara masif Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan dari U.S. Energy Information Administration (EIA), dilansir The Japan Times, menyebutkan sekitar 84 persen minyak yang melintasi jalur tersebut ditujukan ke pasar Asia.
Dengan terhentinya arus komoditas di koridor yang menyumbang 20 persen produksi global tersebut, ekonomi negara-negara besar seperti China, India, hingga Korea Selatan kini berada dalam posisi sangat rentan.
.jpg)