PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) telah melayani 22,7 juta perempuan prasejahtera yang tersebar di 6.165 kecamatan di Indonesia. (Dok. PNM)
Bagi banyak Insan PNM, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan hidup yang penuh proses dan harapan. Hal ini dirasakan langsung oleh Anisa Liana, Insan PNM Cabang Tegal, yang menilai PNM telah menjadi bagian penting dalam fase-fase krusial kehidupannya.
“Semenjak jadi AO (Account Officer) PNM rezekinya ada saja. Menjadi SAO (Senior Account Officer) waktu saya mau lamaran, lalu menikah empat bulan kemudian mengandung, alhamdulillah jadi KUM (Kepala Unit Mekaar), rezeki anak. Sekarang sudah 3,5 tahun, saya sudah bisa membeli beberapa hal yang dulu hanya jadi impian. Terima kasih PNM sudah menjadi bagian besar dari kehidupan saya,” tutur Anisa pada keterangannya, (13/1).
Cerita serupa datang dari Julfa Tonggol, Insan PNM Cabang Manado, yang merasakan bagaimana PNM membuka ruang bagi kemandirian dan rasa percaya diri. “Semenjak menjadi AO PNM, banyak hal bisa saya wujudkan dan saya bangga bisa berdiri di atas kaki sendiri. PNM adalah nyawa saya, karena kalau bukan karena PNM saya tidak bisa mewujudkan hal-hal yang dulu saya anggap tidak mungkin. Terima kasih PNM,” ujarnya.