Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertamina Sudah Amankan Impor BBM Sebelum Timur Tengah Bergejolak

Pertamina Sudah Amankan Impor BBM Sebelum Timur Tengah Bergejolak
Konferensi pers kesiapan Pertamina jelang Idul Fitri. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga sudah menyiapkan pasokan BBM dan LPG sejak Januari 2026, termasuk pengadaan impor untuk kebutuhan Maret agar distribusi energi tetap lancar.
  • Sebanyak 90–95 persen pengadaan BBM telah diamankan lewat kontrak jangka panjang sebagai langkah mitigasi risiko dari gejolak geopolitik di Timur Tengah.
  • Stok nasional BBM dijaga tetap aman di atas 21 hari dan Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra membeberkan alur penyiapan energi nasional untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di masyarakat.

Mars Ega menegaskan pasokan untuk periode Maret ini sudah direncanakan matang sejak Januari lalu. Menurutnya, perencanaan produk tersebut mencakup hasil produksi kilang dalam negeri maupun kebutuhan impor.

"Jadi sejak Januari itu Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret, baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi sehingga enggak ujug-ujug nih ya tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret," katanya dalam konferensi pers di Rest Area KM 57, Cikampek, Senin (16/3/2026).

1. Amankan pasokan lewat kontrak jangka panjang

Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Terkait strategi pengadaan, Mars Ega menjelaskan Pertamina Patra Niaga menggunakan dua skema kontrak, yakni jangka panjang (term) dan pembelian langsung di pasar (spot). Mayoritas pengadaan telah dikunci melalui kontrak jangka panjang, yakni 90-95 persen.

Keputusan untuk mengunci kontrak lebih awal ini merupakan bagian dari mitigasi risiko terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah. Fokus Pertamina saat ini adalah memantau jadwal pengiriman (delivery) agar sampai tepat waktu di Indonesia.

"Hampir 90 sampai 95 persen itu sudah term, sudah ngelock sebetulnya. Sebelum kejadian-kejadian geopolitik di Timur Tengah, kita sudah lock pengadaan tersebut sehingga saat ini kami memonitor deliverynya, gitu," tuturnya.

2. Stok nasional dipastikan terus diisi di atas 21 hari

image7(1).jpg
Kilang Pertamina (dok. Pertamina)

Mengenai ketahanan stok, Mars Ega menyebutkan proses pengisian energi dilakukan secara berkelanjutan. Stok yang disiapkan pada Januari akan diisi kembali pada Februari, begitupun pada Maret dan seterusnya.

Dia menekankan posisi stok nasional saat ini berada di level aman, yakni di atas 21 hari. Namun, angka tersebut tidak bersifat statis karena Pertamina terus melakukan pengisian ulang (refill) dan penambahan pasokan secara terus-menerus.

"Untuk pengadaan yang kita siapkan di Januari, itu sebetulnya nanti Februari juga kita refill lagi, kita isi lagi. Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi. Jadi kalau kita sampaikan hari ini stok itu di atas 21 hari, itu sebetulnya akan rolling terus ada top up pengisian," kata dia.

3. Masyarakat diminta tidak perlu panic buying

20260316_101006(1).jpg
Konferensi pers kesiapan Pertamina jelang Idul Fitri. (IDN Times/Trio Hamdani)

Mars Ega memastikan kesiapan pasokan energi nasional menyambut momen Idul Fitri 2026. Sebab, persiapan stok energi tersebut telah dilakukan jauh-jauh hari, tepatnya sesaat setelah masa Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) berakhir.

Selain penguatan stok, pihaknya juga menyiapkan layanan atensi khusus untuk distribusi di wilayah yang memiliki karakteristik sulit, seperti daerah rawan bencana, destinasi wisata, hingga kawasan terpencil.

"Layanan energi ini Insyaallah kita pastikan aman selama Ramadan Idul Fitri ini sehingga kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More