Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Laba Bersih MPMX Kuartal I-2026 Naik 8 Persen Jadi Rp173 Miliar

Laba Bersih MPMX Kuartal I-2026 Naik 8 Persen Jadi Rp173 Miliar
Laba bersih PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) turun 19 persen. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • MPMX mencatat laba bersih Rp173 miliar pada kuartal I-2026, naik 8 persen YoY meski pendapatan turun 4 persen, berkat efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang efektif.
  • Segmen MPMulia mengalami penurunan pendapatan dan penjualan motor, namun bisnis purna jual tumbuh serta margin laba kotor meningkat menjadi 8,5 persen karena pergeseran kontribusi ke layanan aftersales.
  • MPMInsurance dan MPMRent tetap mencetak pertumbuhan laba melalui efisiensi biaya dan peningkatan hasil investasi, sementara segmen pembiayaan fokus menjaga kualitas aset di tengah ekonomi melambat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp173 miliar, naik 8 persen secara tahunan (YoY), meski pendapatan bersih turun 4 persen menjadi Rp4 triliun.

Pencapaian ini menunjukkan kemampuan MPMX menjaga profitabilitas di tengah tekanan industri otomotif yang masih melambat. Margin laba bersih juga membaik menjadi 4,3 persen, didorong efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

1. Tekanan ekonomi global pengaruhi penjualan otomotif

WhatsApp Image 2026-04-30 at 8.49.43 PM.jpeg
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil membukukan laba bersih Rp173 miliar pada kuartal I-2026, naik 8 persen. (Dok/Istimewa).

Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, menyebut perlambatan ekonomi global turut memengaruhi sektor otomotif, terutama pada penjualan kendaraan roda dua.

Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga stabilitas kinerja melalui strategi efisiensi, penguatan manajemen risiko, serta fokus pada kualitas aset di segmen pembiayaan.

“Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Beatrice dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Strategi ini membuat perusahaan tetap mampu mencetak laba di tengah penurunan pendapatan.

2. Segmen MPMulia masih tertekan, namun margin naik

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Di lini distribusi dan ritel kendaraan roda dua (MPMulia), pendapatan turun 3 persen YoY menjadi Rp3,797 triliun. Penjualan sepeda motor juga melemah 5 persen YoY.

Namun, bisnis purna jual justru tumbuh 4 persen YoY, menunjukkan adanya pergeseran kontribusi pendapatan ke layanan aftersales.

Di sisi ritel, penjualan naik 3 persen YoY, meski pendapatan purna jual turun 2 persen. Menariknya, laba kotor segmen ini tetap naik 2 persen YoY menjadi Rp321 miliar, dengan margin meningkat ke 8,5 persen.

3. MPMInsurance dan MPMRent tetap tumbuh laba

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Segmen asuransi MPMInsurance mencatat pendapatan Rp204 miliar, turun 17 persen YoY akibat melemahnya lini kendaraan dan properti. Namun efisiensi biaya membuat hasil layanan asuransi naik 10 persen menjadi Rp44 miliar.

Hasil investasi juga tumbuh signifikan 34 persen YoY menjadi Rp12 miliar.

"Sementara itu, segmen penyewaan kendaraan (MPMRent) membukukan pendapatan Rp368 miliar, turun 4 persen YoY. Meski begitu, laba kotor naik 9 persen YoY menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 22,6 persen, berkat penurunan harga pokok penjualan dan kontribusi dari penjualan mobil bekas," tuturnya.

Di segmen pembiayaan melalui JACCS MPMFinance Indonesia, pendapatan turun 43 persen YoY seiring strategi selektif perusahaan untuk menjaga kualitas aset.

Meski tertekan, perusahaan berhasil menekan rugi bersih hingga 23 persen YoY menjadi Rp38 miliar melalui efisiensi biaya operasional dan penurunan beban provisi.

Langkah ini menunjukkan fokus MPMX pada kualitas portofolio pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More