Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp2,66 Triliun di Kuartal III-2026

3 min read
Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp2,66 Triliun di Kuartal III-2026
Suasana Gerbang Tol Kalikangkung Semarang ketika malam hari. (IDN Times/Dok Humas Jasa Marga Semarang-Batang)
  • Jasa Marga membukukan laba bersih Rp2,66 triliun pada kuartal III-2026, turun 2,58 persen tahunan, meski pendapatan usaha naik 7,9 persen menjadi Rp15,6 triliun.

  • Volume transaksi mencapai lebih dari 981 juta kendaraan, sementara panjang tol beroperasi bertambah menjadi 1.318 km setelah segmen Gending–Paiton resmi berbayar.

  • Perusahaan mengintegrasikan teknologi layanan, memasang WIM untuk mendukung Zero ODOL 2027, serta menyiapkan standar layanan dan pemantauan arus kendaraan jelang Nataru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,66 triliun pada kuartal III-2026.

Angka tersebut turun 2,58 persen dibandingkan kuartal III-2025 yang sebesar Rp2,72 triliun.

  1. 1. Pendapatan usaha tembus Rp15,6 triliun

    IMG-20260316-WA0048.jpg
    Suasana ruas Tol Jatingaleh Semarang saat siang hari. (IDN Times/Dok Humas Jasa Marga Semarang)

    Jasa Marga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun atau tumbuh 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Capaian itu ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp14,3 triliun, naik 6,8 persen. Kemudian juga pendapatan usaha lain senilai Rp1,3 triliun yang melonjak 21,5 persen secara tahunan.

    Lini usaha lain ini bersumber dari pengoperasian jalan tol, preservasi, dan bisnis prospektif. Perusahaan mengantongi EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67 persen.

    “Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono dikutip Jumat, (30/10/2026).

  2. 2. Penguasaan pangsa pasar tol didukung volume transaksi harian

    Seorang petugas Jasa Marga mengatur arus lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
    Seorang petugas Jasa Marga mengatur arus lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

    Dari sisi operasional, volume transaksi di jalan tol Jasa Marga menembus lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III-2026, dengan rerata lalu lintas harian (LHR) mencapai 3,6 juta kendaraan per hari.

    Angka itu memperkuat posisi Jasa Marga sebagai penguasa 42 persen panjang jalan tol beroperasi di Indonesia, yaitu mengelola 1.294 km dari total konsesi 1.736 km.

    Pengembangan jaringan jalan tol juga terus berjalan. Memasuki Oktober 2026, segmen Gending–Paiton sepanjang 24 km pada Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi resmi beroperasi berbayar. Penambahan ini membuat total panjang tol beroperasi Jasa Marga bertambah menjadi 1.318 km. Selain itu, konstruksi terus digenjot pada proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Tol Akses Patimban, Tol Yogyakarta–Bawen, serta Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

    Rivan memastikan penambahan ruas tol dilakukan bukan sekadar mengejar angka konsesi, melainkan memicu konektivitas riil bagi jalur logistik dan ekonomi warga.

    “Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” tutur Rivan.

  3. 3. Integrasi teknologi layanan hingga persiapan operasional akhir tahun

    IMG-20250702-WA0015.jpg
    Gerbang Tol Prambanan Klaten yang sudah bisa dilalui kendaraan pribadi dan bus. (IDN Times/Dok Humas Jasa Marga Jateng)

    Untuk menunjang operasional harian, Jasa Marga mengintegrasikan tiga pilar layanan berbasis teknologi.Layanan Protect the Journey memanfaat armada Hawkeye 2000, sistem TROOPS, dan aplikasi JIMMS. Pilar Support the Journey difokuskan pada peremajaan Travoy Rest, sementara pilar Inform the Journeymengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Call Center 133, serta aplikasi Travoy. Di samping itu, perusahaan memasang fasilitas Weigh In Motion (WIM) yang terintegrasi dengan BLUe Kemenhub dan ETLE Korlantas Polri guna mendukung kebijakan Zero ODOL 2027.

    Menjelang akhir tahun, Perseroan memfokuskan kesiapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pemantauan arus kendaraan untuk menghadapi lonjakan mobilitas masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Jasa Marga optimistis dapat menjaga tren kinerja positif ini hingga penutupan buku tahun 2026 melalui kekuatan arus kas operasional harian dan manajemen utang yang pruden.

    “Dengan margin EBITDA yang solid, manajemen liabilitas yang pruden, serta keandalan volume lalu lintas harian sebagai sumber arus kas utama, Perseroan berada dalam lintasan pertumbuhan yang tepat untuk menutup tahun 2026 dengan hasil terbaik,” ucap Rivan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More