Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Christine Lagarde Mundur dari Kursi Bos Bank Sentral Eropa

4 min read
Christine Lagarde Mundur dari Kursi Bos Bank Sentral Eropa
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde (AFP/Kirill Kudryavtev)
  • Christine Lagarde memutuskan mundur sebagai Presiden ECB pada 7 Februari 2027.

  • Pengganti Lagarde akan ditunjuk Dewan Eropa melalui proses nominasi sesuai Pasal 283 TFEU.

  • Lagarde mendapat apresiasi Dewan Gubernur ECB setelah menjalani karier panjang di pemerintahan, lembaga keuangan, dan firma hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde memutuskan mundur dari jabatannya pada 7 Februari 2027. Keputusan tersebut telah disampaikan kepada Dewan Gubernur ECB dan Presiden Dewan Eropa, António Costa.

Dilansir dari situs resmi ECB, pengganti Lagarde akan ditunjuk oleh Dewan Eropa melalui proses nominasi sesuai Pasal 283 Perjanjian tentang Fungsi Uni Eropa (Treaty on the Functioning of the European Union).

Dewan Gubernur ECB menyampaikan terima kasih kepada Lagarde atas kiprahnya. Para anggota dewan juga memberikan tepuk tangan sambil berdiri dalam waktu cukup lama (standing ovation).

  1. 1. Perjalanan karier Christine Lagarde

    AFP__20261029__D4TW7LL__v1__HighRes__GermanyEurozoneBankingRateInflationEconomyEcb (1).jpg
    Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde (AFP/Kirill Kudryavtev)

    Sebelum memimpin ECB, Lagarde memiliki pengalaman panjang di pemerintahan Prancis, lembaga keuangan internasional, hingga firma hukum global.

    Sejak November 2019, dia menjabat Presiden ECB. Dalam periode yang sama, Lagarde juga memimpin Dewan Risiko Sistemik Eropa (European Systemic Risk Board), menjadi anggota Dewan Direksi Bank for International Settlements (BIS), serta terlibat dalam kelompok negara G7 dan G20. Sebelumnya, pada 2011 hingga 2019, Lagarde menjabat Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, D.C.

    Kariernya di pemerintahan Prancis dimulai pada 2005. Dia menjabat Menteri Perdagangan pada 2005-2007, kemudian Menteri Pertanian dan Perikanan pada 2007. Pada periode 2007-2011, Lagarde dipercaya menjadi Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis.

    Selama menjabat menteri, dia terlibat dalam sejumlah agenda internasional, di antaranya memimpin Presidensi Uni Eropa saat Prancis menjadi tuan rumah pada paruh kedua 2008, memimpin ECOFIN, serta menjalankan Presidensi G20 Prancis pada 2011. Dia juga memimpin pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20.

    Sebelum masuk pemerintahan, Lagarde berkarier di firma hukum internasional Baker McKenzie. Pada 1999-2005, dia menjabat Ketua Global perusahaan tersebut di Chicago, Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 1995-1999, dia menjadi anggota Komite Eksekutif Global sekaligus Managing Partner kantor Baker McKenzie di Paris.

    Lagarde mengawali karier sebagai pengacara pada 1981. Bidang yang banyak ditanganinya meliputi hukum komersial, merger dan akuisisi, antimonopoli, ketenagakerjaan, serta arbitrase untuk klien perusahaan internasional. Pada 1980-1982, dia juga mengajar hukum kontrak di Fakultas Hukum Universitas Paris X.

  2. 2. Latar belakang pendidikan

    AFP__20261029__D4TY9V2__v1__HighRes__GermanyEurozoneBankingRateInflationEconomyEcb.jpg
    Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde (AFP/Kirill Kudryavtev)

    Lagarde menempuh pendidikan di sejumlah bidang, mulai dari hukum, ekonomi, keuangan, hingga sastra. Pada 1980, dia meraih gelar master hukum komersial dengan spesialisasi hukum komersial dan ketenagakerjaan (DESS) dari Fakultas Hukum Universitas Paris X.

    Sebelumnya, pada 1977, Lagarde memperoleh gelar master dengan fokus ekonomi dan keuangan dari Sciences Po Aix-en-Provence. Pada tahun yang sama, dia juga meraih gelar master sastra Amerika dari Avignon Art College.

  3. 3. Penghargaan dan jabatan lainnya

    AFP__20261029__D4TY9V9__v1__HighRes__GermanyEurozoneBankingRateInflationEconomyEcb.jpg
    Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde (AFP/Kirill Kudryavtev)

    Selain menempati sejumlah posisi penting di lembaga internasional, Lagarde juga menerima berbagai penghargaan sepanjang kariernya. Pada 2026, pemerintah Prancis menganugerahinya gelar Grand Officer of the French National Legion of Honour. Sebelumnya, pada 2021, dia menerima gelar Commander of the National Order of Merit of France.

    Namanya juga masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Lagarde menempati posisi kedua pada 2019 dan 2020 dalam daftar The World's 100 Most Powerful Women.

    Pada 2019, dia menerima Distinguished Alumna Award dari Holton-Arms School, Distinguished International Leadership Award dari Atlantic Council, serta CARE Humanitarian Award dari organisasi CARE. Pada tahun yang sama, dia juga menjadi anggota jaringan International Gender Champions dan Wakil Ketua Finance Hub.

    Pada 2018, Lagarde terlibat dalam Dewan Penasihat Kesetaraan Gender G7. Dia juga menerima gelar Commander of the National Order of June 27 dari Djibouti, penghargaan Fellowship dari Institute of Banking, serta Appeal of Conscience World Leader Award. Setahun sebelumnya, pada 2017, Lagarde menerima Global Women's Leadership Award dari International Planning Committee of the Global Summit of Women.

    Pada 2016, dia terlibat dalam panel tingkat tinggi Sekretaris Jenderal PBB untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Penghargaan lain yang diterimanya pada tahun tersebut meliputi Global Leadership Award dari Columbia University School of International and Public Affairs, Mohammed Bin Rashid Medal of Honor for Women, serta Woman of the Year dan Lifetime Achievement Award dari Glamour Magazine.

    Pada 2015, Lagarde menerima penghargaan dari Baker McKenzie. Dia juga menjadi ketua kehormatan kampanye penggalangan dana Holton-Arms School dan Ketua Komite Kehormatan untuk tur Amerika Serikat-Kanada Orchestre National de France.

    Pada 2014, dia memperoleh Global Achievement Award dari Global Foundation dan Diplomat of the Year Award dari Foreign Policy Magazine. Dia juga bergabung dalam Dewan Gubernur Conference of Montreal.

    Penghargaan lainnya datang dari Pantai Gading pada 2013. Lagarde menerima gelar Grand Officer of the National Order of the Republic of Côte d’Ivoire. Pada tahun yang sama, dia juga bergabung dalam Dewan Pembina Holton-Arms School.

    Pada 2012, Lagarde menerima Hipólito Unanue al Mérito Económico-Financiero Award dari Peru. Dia juga memperoleh gelar Officer of the French National Legion of Honour, Globalist of the Year Award dari Canadian International Council, serta 2012 Leadership Award dari Union of Arab Banks.

    Sementara itu, pada 2011, Lagarde bergabung dalam Dewan Direksi Sciences Po dan Dewan Pembina World Economic Forum. Dia juga menerima Global Citizenship Award dari Atlantic Council serta Transatlantic Leadership Award dari The European Institute.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More