Kanada Setuju Potong Tarif Impor Kendaraan Listrik dari China

- Kanada dan China sepakat memotong tarif impor kendaraan listrik.
- Kanada ingin meningkatkan pasokan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi dalam negeri.
- Donald Trump merespons pemotongan tarif impor kendaraan listrik China oleh Kanada dengan positif.
Jakarta, IDN Times - Kanada resmi menyetujui pemotongan tarif impor kendaraan listrik dari China. Kesepakatan ini dibuat saat Perdana Menteri Mark Carney bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing, China, pada Jumat (16/1/2026) waktu setempat.
Sebagai gantinya, Kanada juga akan mendapat potongan tarif ekspor produk pertanian, yakni biji Canola. Jadi, Kanada hanya akan dikenakan tarif sebesar 15 persen jika mengekspor biji Canola ke China dari yang semula 84 persen.
“Hubungan kita dengan China telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Hubungan ini menjadi lebih mudah diprediksi dan Anda dapat melihat hasilnya,” kata Carney usai melakukan pertemuan dengan Xi.
1. Kanada ingin memperbaiki kerja sama dagang dengan China

Pemotongan tarif ekspor dan impor yang dilakukan Kanada dan China ini merupakan upaya kedua negara untuk memperbaiki kerja sama dagang. Sebab, pada masa Perdana Menteri Justin Trudeau, hubungan dagang antara Ottawa dan Beijing sempat merenggang.
Pada 2024 lalu, Trudeau memberlakukan tarif sebesar 100 persen ke semua produk impor kendaraan listrik dari China. Hal ini karena Kanada mengikuti kebijakan Amerika Serikat yang juga turut menaikkan tarif impor kendaraan listrik dari Negeri Tirai Bambu.
Namun, Perdana Menteri Mark Carney kini ingin hubungan perdagangan di antara Kanada dan China membaik. Oleh karena itu, ia sepakat menurunkan tarif impor kendaraan listrik China dari yang semula 100 persen menjadi 6,1 persen.
2. Kanada ingin meningkatkan pasokan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi dalam negeri

Carney mengatakan, pemotongan tarif impor kendaraan listrik China bakal memberi banyak manfaat bagi Kanada. Sebab, pada era pemerintahannya, Kanada ingin meningkatkan pasokan kendaraan listrik ramah lingkungan. Ini merupakan upaya Kanada untuk mengurangi emisi karbon dalam negeri.
Oleh karena itu, Carney menilai pihaknya harus melonggarkan kebijakan impor ke negara produsen kendaraan listrik seperti China. Ini dilakukan agar Kanada bisa mendapatkan kemudahan akses terhadap produk mereka.
“Agar Kanada dapat membangun sektor kendaraan listrik yang kompetitif, kita perlu belajar dari mitra-mitra inovatif, mengakses rantai pasokan mereka, dan meningkatkan permintaan lokal,” kata Carney dilansir Al Jazeera.
3. Donald Trump merespons pemotongan tarif impor kendaraan listrik China oleh Kanada

Kebijakan pemotongan tarif impor kendaraan listrik China yang dilakukan Kanada menuai respons dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Alih-alih mengecam, Trump menyambut baik langkah tersebut. Sebab, ia menilai kelongaran tarif yang diberikan ke China juga akan bermanfaat bagi Kanada.
“Ya, tidak apa-apa. Itulah yang seharusnya dia lakukan dan merupakan hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” ujar Trump.
Namun, respons berbeda diberikan oleh salah satu pejabat dagang AS, Jamieson Greer. Ia justru menilai langkah tersebut akan merugikan Kanada. Sementara itu, Negeri Tirai Bambu bakal mendapat untungnya karena ekspor kendaraan listrik ke Kanada bisa meningkat imbas pemotongan tarif.


















