KBS Bidik Pengurangan Truk Kelebihan Muatan Lewat Kereta dan Laut

- KBS menyiapkan konektivitas logistik lewat kereta dan kapal laut untuk mendukung kebijakan Zero ODOL serta mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan tol dan arteri.
- Sebagai bagian dari Krakatau Steel, KBS memperkuat peran pelabuhan dalam rantai pasok industri baja dengan layanan terintegrasi guna meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing nasional.
- KBS mendorong dukungan pembiayaan peremajaan truk dan kolaborasi lintas sektor melalui FGD agar implementasi Zero ODOL berjalan efektif serta memperkuat konektivitas industri di Banten.
Jakarta, IDN Times - Implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) dinilai membutuhkan perubahan sistem logistik nasional agar distribusi barang tetap berjalan efisien tanpa bergantung pada angkutan jalan yang membawa muatan berlebih.
Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Noor Fuad mengatakan pihaknya tengah menyiapkan konektivitas logistik menuju Surabaya melalui moda kereta api dan kapal laut, baik kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) maupun kapal kargo.
"Dengan begitu, kepadatan lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri yang selama ini cukup tinggi dapat dikurangi," kata Noor Fuad dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Fuad menjelaskan pengembangan layanan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan tidak perlu menunggu hingga 2027. KBS akan mulai menjalankan pengembangan layanan sembari membangun pasar dan memperkuat kerja sama dengan para mitra usaha.
1. KBS soroti peran pelabuhan bagi industri baja

Selain mendukung implementasi Zero ODOL, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk itu menegaskan perannya sebagai operator rantai pasok industri baja yang mengintegrasikan layanan pelabuhan, logistik, dan konektivitas kawasan industri.
Menurut Fuad, industri baja memiliki karakteristik distribusi bahan baku dan produk yang sangat bergantung pada transportasi laut. Oleh karena itu, pelabuhan yang terhubung dengan kawasan industri dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus daya saing industri.
Saat ini, KBS menjadi salah satu simpul distribusi bahan baku dan produk baja nasional. Peran tersebut diperkirakan semakin penting seiring program hilirisasi Krakatau Steel yang berpotensi meningkatkan volume produksi serta kebutuhan logistik industri baja.
"Yang paling penting, penggunaan kereta api dan kapal laut akan membantu meminimalkan polusi sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas udara lebih baik," ujarnya.
2. KBS usulkan dukungan pembiayaan peremajaan truk

Fuad mengatakan implementasi Zero ODOL tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga kesiapan ekosistem logistik secara menyeluruh.
Menurut dia, distribusi barang dari pelabuhan menuju gudang tetap membutuhkan armada angkutan yang memenuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan. Karena itu, pelaku usaha transportasi dinilai memerlukan dukungan investasi untuk melakukan peremajaan armada.
"Kami melihat perlu ada dukungan pembiayaan yang kompetitif agar pelaku usaha bisa melakukan investasi dan meremajakan armada truknya sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Fuad menilai pemberian insentif juga dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat penerapan kebijakan Zero ODOL. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi biaya yang timbul akibat kerusakan jalan dan kemacetan yang selama ini dipicu kendaraan ODOL.
Saat ini, KBS telah mengoperasikan layanan Ro-Ro pada rute Cigading-Panjang yang menghubungkan kawasan industri di Banten dan Lampung. Perusahaan juga memperkuat konektivitas kereta barang yang menghubungkan Cilegon, Jakarta, hingga Surabaya serta mengembangkan fasilitas peti kemas, ISO Tank, dan cold chain untuk mendukung kebutuhan logistik industri.
3. Bersiap implementasikan Zero ODOL

Komitmen KBS dalam mendukung implementasi Zero ODOL disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Implementasi Konektivitas Logistik di Banten" yang digelar di Jakarta pada 10 Juni 2026.
Forum tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan, asosiasi industri baja, dan pelaku logistik untuk membahas kesiapan penerapan Zero ODOL serta penguatan konektivitas industri.
Kegiatan itu dibuka oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan dan dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud.
Diskusi juga menghadirkan Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Hermin Esti Setyowati, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Muhammad Julianto, Executive Director IISIA Harry Warganegara, Direktur Pengembangan Usaha PT Pelindo (Persero) Prasetyo, serta Direktur Utama KBS Noor Fuad.











![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)





