Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebutuhan Dalam Negeri Prioritas, Rencana Ekspor Listrik Mau Ditunda
ilustrasi kabel listrik (pexels.com/Pok Rie)
  • Pemerintah masih mengkaji rencana ekspor listrik karena kebutuhan pasokan dalam negeri masih besar.

  • Kebutuhan listrik data center hingga 20 GW menjadi salah satu alasan pemenuhan domestik diprioritaskan.

  • Pengembangan PLTN di Batam juga masih berada dalam tahap kajian dan perhitungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27/10/2026

Pemerintah masih mengkaji tahapan proses ekspor listrik ke negara lain. Keputusan ekspor belum akan diambil dalam waktu dekat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah masih mengkaji rencana ekspor listrik dan pembangunan PLTN di Batam.
  • Who?
    Pemerintah dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
  • Where?
    Ekspor ditujukan ke negara lain, sedangkan lokasi PLTN yang dipertimbangkan adalah Batam, Kepulauan Riau.
  • When?
    Rencana tersebut dikaji hingga Selasa (27/10/2026) dan belum akan diputuskan dalam waktu dekat.
  • Why?
    Indonesia masih membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar, termasuk hingga 20 GW untuk data center.
  • How?
    Pemerintah menghitung dan mempertimbangkan kebutuhan domestik, hubungan dengan negara tujuan, serta pengembangan pembangkit nuklir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah belum mau cepat-cepat menjual listrik ke negara lain. Indonesia masih membutuhkan banyak listrik, termasuk untuk data center. Menteri Bahlil mengatakan kebutuhan dalam negeri akan didahulukan. Pemerintah juga sedang menghitung rencana pembangkit listrik nuklir di Batam. Ekspor listrik masih dikaji dan belum diputuskan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Prioritas kebutuhan listrik dalam negeri memberi ruang bagi pemerintah untuk memastikan pasokan bagi industri yang membutuhkan energi besar, termasuk data center. Kajian terhadap ekspor dan rencana PLTN di Batam juga menunjukkan adanya perhitungan sebelum keputusan diambil, sekaligus mendukung pembahasan ketahanan energi nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah masih mengkaji rencana ekspor listrik ke negara lain. Keputusan tersebut belum akan diambil dalam waktu dekat karena Indonesia masih membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.

"Kita sampai dengan hari ini masih melakukan kajian untuk tahapan proses ekspor listrik ke negara lain. Karena kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat kali ya," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dikutip Selasa (27/10/2026).

1. Rencana ekspor listrik bergantung pada hubungan dengan negara tujuan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil mengatakan, kelanjutan rencana ekspor listrik juga bergantung pada perilaku negara tujuan. Pemerintah akan kembali menghitung dan mempertimbangkan rencana tersebut sebelum mengambil keputusan.

"Ekspor tergantung kelakuan baik atau tidak, ya," kata pria yang juga Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi itu.

2. Data center butuh listrik 20 GW

ilustrasi data center, pusat data, teknologi AI, server (vecteezy.com/md. ishrafil islam)

Bahlil menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan kebutuhan listrik dalam negeri sebelum mempertimbangkan ekspor. Salah satu industri pusat data (data center) yang menurutnya membutuhkan pasokan listrik hingga 20 gigawatt (GW).

Dia menilai kebutuhan tersebut sudah menjadi pasar besar bagi listrik Indonesia. Karena itu, pemenuhan kebutuhan domestik akan didahulukan sebelum pemerintah membuka peluang ekspor, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Kita kan lagi butuh, data center kita butuh 20 gigawatt. Kurang market apa kita? Saya tetap akan memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dulu. Setelah itu baru kita ekspor," tuturnya.

3. Pemerintah kaji pembangunan PLTN di Batam

ilustrasi PLTN (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Selain mengkaji ekspor listrik, pemerintah juga menjajaki pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi yang sedang dipertimbangkan adalah Batam, Kepulauan Riau.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara untuk pengembangan pembangkit nuklir. Namun, rencana penempatan PLTN di Batam masih dalam tahap kajian dan perhitungan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

"Untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita. Ini masih dalam peritungan. Ini masih dalam peritungan," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article