Kejar Target Ekonomi 5,4 Persen, Belanja Negara dan Investasi Digenjot

- Pemerintah akan menggenjot belanja negara dan investasi pada semester II-2026 untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 5,4 persen hingga akhir tahun.
- Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen; pemerintah memperkuat debottlenecking perizinan untuk mengatasi hambatan investasi.
- Belanja negara semester I mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen target APBN, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 diproyeksikan tetap di atas 5 persen.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah siap mengakselerasi belanja negara dan investasi pada semester II-2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai target 5,4 persen hingga akhir 2026. Kedua komponen tersebut diharapkan menjadi penopang utama laju pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
"Pada kuartal III dan IV yang didorong adalah belanja pemerintah dan investasi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (30/7/2026).
1. Pemerintah telah siapkan berbagai langkah untuk mempercepat investasi

Airlangga mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat realisasi investasi. Salah satunya melalui optimalisasi kinerja Satuan Tugas Debottlenecking guna mengatasi berbagai hambatan investasi, terutama dalam proses perizinan.
"Sebetulnya minat untuk investasi relatif tinggi, tetapi mereka meminta ada beberapa hal yang terkait dengan debottlenecking, termasuk di antaranya terkait dengan perizinan," ujar Airlangga.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meski mencatatkan pertumbuhan, pemerintah menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar target investasi tahun ini dapat tercapai.
Sedangkan, realisasi belanja negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 17,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total realisasi tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp357,4 triliun.
2. Pertumbuhan ekonomi kuartal II diproyeksi 5 persen

Di sisi lain, Airlangga menilai berbagai indikator ekonomi domestik masih menunjukkan tren yang positif. Karena itu, ia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 masih akan tetap berada di atas 5 persen, melanjutkan capaian kuartal I yang tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Masih di atas 5 persen," ujar Airlangga.
3. Deretan penopang pertumbuhan ekonomi kuartal II

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya investasi dan berbagai insentif yang diberikan pemerintah. Menurut Airlangga, minat investasi pada kuartal II relatif tinggi. Namun, pelaku usaha masih mengeluhkan berbagai hambatan dalam berusaha.
Untuk itu, pemerintah berupaya mengatasi kendala tersebut melalui program debottlenecking yang dijalankan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Airlangga menegaskan investasi masih akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.




















