Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 5,5 Persen

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai  5,5 Persen
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • Kemenkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,5 persen yoy, didorong peningkatan konsumsi dan kinerja pajak terutama dari PPN serta PPnBM.
  • Penerimaan pajak Maret 2026 mencapai Rp394,8 triliun, naik 20,7 persen dibanding tahun lalu dengan kontribusi terbesar dari PPN dan PPnBM yang tumbuh 57,7 persen yoy.
  • Belanja negara kuartal I-2026 tumbuh 31,4 persen dan telah mencapai 21,2 persen dari total pagu APBN, sebagai strategi pemerintah meratakan penyerapan anggaran sepanjang tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Laju ekonomi ditopang optimisme peningkatan aktivitas konsumsi dan kinerja penerimaan pajak, khususnya dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Proyeksi kementerian keuangan pertumbuhan di kuartal I dipergerakan 5,5 persen dengan melihat kinerja PPN dan PPnBM atau meningkat cukup signifikan, kemudian ekspektasi konsumen dan sebagainya," kata Juda Agung di Gedung BI, Senin (27/4/2026).

1. Penerimaan pajak Maret capai Rp394,8 triliun

A Papers with Coins (pexels.com/Polina Tankilevitch/ilustrasi APBN)
A Papers with Coins (pexels.com/Polina Tankilevitch/ilustrasi APBN)

Juda menjelaskan penerimaan pajak periode Maret Rp394,8 triliun atau tumbuh 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp327 triliun.

Dari sisi jenis pajak, kontribusi terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai Rp155,6 triliun atau tumbuh 57,7 persen yoy.

"Kinerja ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat serta aktivitas ekonomi yang lebih kuat," ujarnya.

2. Rincian penerimaan pajak per kategori

ilustrasi pembayaran pajak motor (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi pembayaran pajak motor (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan tercatat sebesar Rp43,3 triliun atau tumbuh 5,4 persen. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 mencapai Rp61,3 triliun, naik 15,5 persen yoy. Adapun PPh lainnya tercatat Rp76,7 triliun atau tumbuh 5,1 persen.

Namun, kategori penerimaan lainnya mengalami kontraksi sebesar 5,7 persen dengan realisasi Rp57,9 triliun.

3. Belanja negara mulai disebar merata sejak kuartal I

ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kata dia juga menunjukkan akselerasi signifikan. Belanja negara pada kuartal I-2026 tumbuh 31,4 persen secara tahunan dan telah mencapai 21,2 persen dari total pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Angka ini kata Juda juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 17,1 persen dengan pertumbuhan 1,4 persen.

Juda menegaskan, lonjakan belanja negara pada awal tahun merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengubah pola pengeluaran. Jika sebelumnya belanja cenderung menumpuk di kuartal IV, kini pemerintah berupaya meratakannya sepanjang tahun. 

Targetnya, penyerapan belanja mencapai sekitar 21 persen pada kuartal I, lalu meningkat menjadi 26 persen pada kuartal II, III, dan IV.

"Jadi ini memang tujuannya agar pertumbuhan ekonomi itu merata, cepat dan terjadi di tahun yang sama. Jadi memang ada perubahan dari pola konsumsi pemerintah," bebernya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More