Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kementerian ESDM Beberkan Tarif Listrik RI Belum Naik Sejak 2017
Ilustrasi meteran listrik (IDN Times/Paulus Risang)
  • Tarif listrik Indonesia belum naik sejak 1 Januari 2017, kecuali untuk pelanggan rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah yang disesuaikan pada tahun 2022.
  • Subsidi dan kompensasi listrik terus meningkat dari Rp123 triliun pada 2023 menjadi Rp201 triliun pada 2025, dengan realisasi hingga April 2026 mencapai Rp59,9 triliun.
  • Kementerian ESDM mengusulkan kebutuhan subsidi listrik tahun anggaran 2027 sebesar Rp108,43 triliun untuk melayani sekitar 45,91 juta pelanggan dengan target penjualan bersubsidi 83,6 TWh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 Januari 2017

Tarif listrik Indonesia terakhir kali mengalami penyesuaian pada tanggal ini. Sejak saat itu, tarif tidak naik untuk sebagian besar pelanggan.

2022

Pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah.

2023

Total subsidi dan kompensasi listrik tercatat sebesar Rp123 triliun.

2024

Nilai subsidi dan kompensasi listrik meningkat menjadi Rp177 triliun.

2025

Subsidi dan kompensasi listrik kembali naik hingga mencapai Rp201 triliun.

April 2026

Realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi listrik mencapai Rp59,9 triliun, terdiri dari subsidi Rp30 triliun dan kompensasi Rp29,74 triliun.

4 Juni 2026

Tri Winarno memaparkan kondisi tarif listrik dan tren subsidi dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.

2027

Kementerian ESDM mengusulkan kebutuhan subsidi listrik sebesar Rp108,43 triliun untuk tahun anggaran ini guna melayani sekitar 45,91 juta pelanggan bersubsidi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian ESDM menyampaikan bahwa tarif listrik di Indonesia belum mengalami kenaikan sejak 1 Januari 2017, kecuali untuk pelanggan rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah pada tahun 2022.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Jakarta dalam forum rapat kerja antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan data mencakup perkembangan subsidi dan kompensasi listrik hingga April 2026.
  • Why?
    Keterangan diberikan untuk menjelaskan kondisi tarif listrik nasional serta tren peningkatan subsidi dan kompensasi yang terus naik dari tahun ke tahun.
  • How?
    Kementerian ESDM memaparkan data anggaran dan realisasi subsidi listrik melalui presentasi resmi, termasuk usulan kebutuhan subsidi tahun 2027 sebesar Rp108,43 triliun bagi sekitar 45,91 juta pelanggan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Tri dari Kementerian ESDM bilang harga listrik belum naik sejak tahun 2017. Cuma rumah besar dan kantor pemerintah yang sempat berubah di tahun 2022. Pemerintah kasih uang bantu supaya listrik tetap jalan, namanya subsidi. Tahun ini sudah keluar banyak uang buat itu, dan tahun depan mau disiapkan lagi lebih banyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Stabilitas tarif listrik sejak 2017 menunjukkan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Peningkatan alokasi subsidi dan kompensasi dari tahun ke tahun juga mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memastikan akses energi tetap terjangkau bagi jutaan pelanggan, sekaligus mendukung keberlanjutan pelayanan listrik nasional secara luas dan merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, mengatakan, tarif listrik yang berlaku saat ini belum mengalami kenaikan sejak 1 Januari 2017.

Penyesuaian hanya dilakukan untuk pelanggan rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah pada 2022. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XII DPR RI.

"Untuk tarif listrik yang berlaku saat ini pada dasarnya tidak mengalami kenaikan sejak 1 Januari 2017 kecuali tarif untuk rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah yang mengalami penyesuaian pada tahun 2022," kata dia, Kamis (4/6/2026).

1. Tren subsidi dan kompensasi listrik dari tahun ke tahun

ilustrasi memasukkan kode untuk mengatur bunyi alarm meteran listrik (dok. PLN)

Tri memaparkan total subsidi dan kompensasi listrik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 nilainya tercatat Rp123 triliun, kemudian naik menjadi Rp177 triliun pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp201 triliun pada 2025.

"Apabila kita lihat tren total subsidi dan kompensasi listrik menunjukkan kenaikan," ujar dia.

2. Realisasi hingga April 2026 capai Rp59,9 triliun

Meteran listrik yang terpasang di rumah pemakai kompor listrik. (IDN Times/Larasati Rey)

Untuk 2026, pemerintah menetapkan subsidi listrik sebesar Rp100,83 triliun sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, kebutuhan kompensasi listrik diproyeksikan mencapai Rp144 triliun.

"Apabila kita lihat hingga April ini maka realisasi pembayaran subsidi listrik dan kompensasi telah mencapai Rp59,9 triliun dengan rincian subsidi Rp30 triliun dan sisanya kompensasi Rp29,74 triliun," kata dia.

3. Kebutuhan subsidi listrik 2027 diusulkan Rp108,43 triliun

Ilustrasi meteran listrik (dok. PLN)

Tri juga menyampaikan usulan Kementerian ESDM akan kebutuhan subsidi listrik untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp108,43 triliun. Usulan tersebut disiapkan untuk target 45,91 juta pelanggan dengan target penjualan listrik bersubsidi sekitar 83,6 terawatt hour (TWh).

"Target penjualan listrik bersubsidi sekitar 83,6 terawatt hours atau 24 persen dari total proyeksi penjualan yaitu 348,78 terawatt hours," kata dia.

Editorial Team

Related Article