Status desil belakangan ini ramai jadi buah bibir karena hasil yang muncul tidak selalu cocok dengan kondisi ekonomi yang terlihat sehari-hari. Ada orang yang penghasilannya masih di bawah UMR, mepet UMR, bahkan ada yang sedang tidak bekerja tetapi tercatat di desil 8, 9, atau 10. Di sisi lain, orang dengan penghasilan jauh lebih besar belum tentu mendapatkan angka desil yang sama, sehingga muncul anggapan bahwa desil 10 berarti seseorang termasuk orang terkaya di Indonesia.
Padahal, angka desil tidak dibuat untuk mengurutkan orang berdasarkan besar kecilnya gaji. Status tersebut berkaitan dengan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi keluarga berdasarkan data yang tercatat dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menyimpulkan bahwa hasil desil kamu tidak masuk akal.
