ilustrasi lowongan kerja (freepik.com/freepik)
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan pencari kerja. Salah satunya adalah lowongan yang sudah tayang selama berbulan-bulan tanpa pembaruan.
Deskripsi pekerjaan yang terlalu samar atau luas juga bisa menjadi tanda. Begitu pula ketika kandidat merasa sangat sesuai dengan posisi tersebut, tetapi sama sekali tidak mendapat respons.
Perlu diperhatikan pula lowongan yang menawarkan terlalu banyak hal sekaligus, seperti gaji tinggi, fleksibilitas penuh, proyek yang menarik, tanpa kompromi apa pun. Minimnya informasi mengenai tim, produk, atau struktur perusahaan juga menjadi hal lain yang dapat diperhatikan.
Jika ragu dengan sebuah lowongan, pencari kerja dapat menanyakan langsung apakah posisi tersebut sedang aktif atau merupakan bagian dari rencana perekrutan di masa depan.
Informasi di LinkedIn juga dapat diperiksa. Misalnya, apakah sudah ada orang baru yang mengisi posisi tersebut atau apakah karyawan perusahaan berinteraksi dengan unggahan lowongan.
Pencari kerja juga dapat mencatat setiap lamaran yang dikirim. Dengan melihat pola dari sejumlah lamaran, tanda-tanda lowongan yang tidak aktif akan lebih mudah dikenali.
Lowongan kerja palsu memang ada. Penyebabnya bisa karena strategi perusahaan maupun kesalahan. Jika tidak mendapat respons setelah melamar, kondisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah pada kandidat.