Harga Emas Antam Drop Rp50 Ribu, Dibanderol Rp2,645 Juta per Gram

- Harga emas Antam pada Rabu, 19 Agustus 2026, turun Rp50 ribu menjadi Rp2,645 juta per gram, sementara harga buyback merosot menjadi Rp2,505 juta per gram.
- Harga emas Antam tersedia dari pecahan 0,5 gram seharga Rp1,3725 juta hingga 1.000 gram senilai Rp2,58 miliar.
- Penjualan kembali emas di atas Rp10 juta dikenai PPh 22; emas juga disebut cocok untuk diversifikasi dan investor konservatif, tetapi kurang sesuai bagi tujuan jangka pendek.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga emas logammulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam anjlok Rp50 ribu per gram pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Harga emas hari ini dibanderol Rp2,645 juta per gram.
Berdasarkan data di situs Logam Mulia, harga buyback juga turun dengan nominal, sehingga dibanderol Rp2,505 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Daftar rincian harga emas hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga emas 0,5 gram: Rp1,372,5 juta
Harga emas 1 gram: Rp2,645 juta
Harga emas 2 gram: Rp5,23 juta
Harga emas 3 gram: Rp7,82 juta
Harga emas 5 gram: Rp13 juta
Harga emas 10 gram: Rp25,945 juta
Harga emas 25 gram: Rp64,737 juta
Harga emas 50 gram: Rp129,39 juta
Harga emas 100 gram: Rp258,712 juta
Harga emas 250 gram: Rp646,515 juta
Harga emas 500 gram: Rp1,29 miliar
Harga emas 1.000 gram: Rp2,58 miliar.
2. Emas bisa dijadikan diversifikasi investasi
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Emas jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!




















